Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2011

7 Manfaat Mendengarkan Orang Lain

Mereka yang dianggap ahli dalam seni berkomunikasi awalnya adalah pendengar yang baik. Para pembicara dan pemimpin hebat yang berpengaruh, umumnya adalah orang-orang yang senantiasa membuka telinga mereka untuk mendengarkan berbagai hal. Mereka tahu betul apa manfaat mendengarkan orang lain bagi diri mereka sendiri. Pengusaha, Manajer, Karyawan, penjual dan bahkan customer service yang sukses adalah mereka yang lebih banyak mendengar dan sedikit berbicara lalu bertindak. daripada banyak berbicara, sedikit mendengar lalu bertindak.

Mungkin itu sebabnya Tuhan memberi kita dua telinga tapi hanya satu mulut. Supaya kita lebih banyak mendengar, daripada hanya berbicara. Itu membuktikan bahwa manfaat mendengarkan sangat besar bagi kehidupan kita. Apa saja manfaat mendengarkan orang lain bagi kehidupan kita?

1. Manfaat mendengarkan; Menjauhkan anda dari kesulitan

Dengan menjadi pendengar yang baik, seseorang cenderung lebih teliti memperhatikan petunjuk, saran, peringatan sehingga terhindar dari kesulitan atau masalah akbat kelalaian yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

2. Manfaat mendengarkan; menerima banyak informasi, menambah wawasan

Banyak hal yang terjadi di sekitar kita. Semakin banyak kita mendengar  dan memahami suatu kejadian, semakin profesional kitakarena kita belajar dari pengalaman. Semakin banyak informasi yang kita miliki, semakin luas wawasan kita.

3. Manfaat mendengarkan; membuat kita lebih bijaksana

Mendengarkan bukan hanya meningkatkan kecerdasan seseorang, melainkan juga membuat seseorang lebih bijak. Dengan banyak mendengarkan seseorang memiliki informasi lebih banyak dari orang lain. Dalam mengambil tindakan dan keputusan, mereka selalu berdasarkan informasi yang baik dan tepat yang pernah mereka dengar.

4. Manfaat mendengarkan; membantu memahami orang lain

Salah satu cara memahami orang lain adalah dengan mendengarkan apa yang dia bicarakan mengenai suatu masalah. Dngan mendengarkan pembicaraannya, kita bisa memahami bagaimana cara berfikirnya. Dengan mengetahui cara berfikirnya, maka kita bisa mengetahui bagaimana seharusnya kita bertindak, bersikap dan memposisikan diri.

5. Manfaat mendengarkan; mendukung keberhasilan dalam bernegosiasi

Dua kunci untuk memperoleh apa yang kita inginkan dari orang lain adalah mengetahui apa yang ingin mereka berikan dan apa yang perlu dilakukan untuk membuat mereka memberikan lebih banyak lagi. Satu-satunya cara untuk mengetahui hal itu adalah mendengarkan, mendengarkan dan mendengarkan.

6. Manfaat mendengarkan; mengurangi rasa marah orang lain

Tanggapan awal terbaik terhadap emosi dilakukan oleh telinga anda. Bila kita mendengarkan seseorang yang sedang marah, kita akan mengetahui sebab kemarahannya. Kemudian kita memperlihatkan empati, dan menyediakan ventilasi yang akhirnya membuat orang tersebut menjadi lebih rasional. Sangatlah bodoh untuk berusaha mengetahui dasar kemarahan seseorang sebelum kita dapat memahaminya, berempati kepadanya, dan meredakan kemarahannya.

7. Manfaat mendengarkan; meningkatkan kualitas cinta dalam hidup

Salah satu ungkapan rasa cinta yang paling meyakinkan adalah dengan mendengarkan. Seseorang merasa dihargai dan dipedulikan ketika kita menaruh perhatian dan mendengarkan apa yang mereka ungkapkan.

Nah, selamat menjadi pendengar yang baik dan meraih manfaat dari mendengarkan.

Minggu, 25 September 2011

10 Cara Menjadi Orang yang Menyenangkan

artikel menarik , tips ala remaja » 10 Cara Menjadi Orang yang Menyenangkan

By Admin on 15 Okt 2009

Menjadi orang yang menyenangkan sangatlah penting. Itu merupakan salah satu cara agar kita disukai banyak orang. Disukai banyak orang berarti membuka jalan untuk memperbanyak teman dan relasi. Memang tidak mudah untuk menjadi orang yang menyenangkan, tapi bukan berarti tidak mungkin. Semua orang bisa kok menjadi orang yang menyenangkan.
Nah, berikut ini ada beberapa tips yang patut dicoba kalau anda ingin menjadi orang yang menyenangkan.

1. Percaya diri
kepercayaan diri seseorang sangat berpengaruh terhadap apa yang dia lakukan dan bagaimana orang lain memperlakukan mereka. Kepercayaan diri merupakan sebuah pondasi untuk menjadi orang yang menyenangkan. Tapi awas, jangan terlalu berlebihan (over confidents) justru akan membuat kita menjadi orang yang menyebalkan bukan orang yang menyenangkan.

2. Selalu berfikir positif (positive thinking)
Selalu berfikir positif dengan apa yang terjadi di sekitar kita adalah sesuatu yang menyenangkan. Berfikir positif akan memacu kita untuk melakukan hal-hal yang positif pula. Dan itu juga lah yang akan membuat orang-orang memberikan respon yang positif atas keberadaan kita. Menyenangkan bukan kalau kita bisa diterima secara positif dalam pergaulan

3. Mendengarkan orang lain
Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari mendengarkan orang lain. Itu pernah saya bahas dalam 7 Manfaat Mendengarkan Orang lain (silahkan dibaca). Salah satunya adalah membantu kita memahami cara berfikir orang lain. Dan itu sangat menyenangkan bagi kita pribadi maupun orang yang kita pahami. Tak ada yang lebih menyenangkan dari sebuah interaksi selain saling memahami.

4. Selalu tersenyum
Memperbanyak senyum saat berinteraksi dengan orang lain. Bukankah sangat menyenangkan kalau kita bebicara dengan orang yang selalu memberikan senyum? Daripada orang yang hanya cemberut dan kaku. Nah, begitu juga penialian orang lain terhadap kita.

5. Mengenali kelebihan diri sendiri
Kenali apa saja bakat dan kelebihanmu. Asah kemampuan tersebut sehingga kamu menjadi orang yang menonjol. Yang spesial. Jangan terlalu fokus terhadap kekurangan diri. Fokus dalam memperbaiki kekurangan diri, hanya akan membuat kamu menjadi orang yang rata-rata saja. Bangunlah dirimu atas dasar kelebihanmu, bukan kekuranganmu.

6. Jadilah orang yang jujur
Percayalah, seseorang yang memiliki kejujuran dalam dirinya akan diterima dengan baik di komunitas mana pun. Satu hal yang sangat menyenangkan jika kita bisa diterima dimana saja kita berada

7. Pandai menempatkan diri
Kemampuan untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, terutama lingkungan yang baru sangat diperlukan untuk menjadi orang yang menyenangkan. Sebab dengan kemampuan beradaptasi dan menempatkan diri inilah kita kan dengan mudah diterima oleh orang-orang di mana pun itu

8. Sederhana dan apa adanya
Hal yang sangat menyenangkan adalah apabila orang-orang bisa menerima diri kita apa adanya. Maka kesederhanaan adalah sebuah sikap yang wajib dimiliki. Apa adanya dan tidak perlu berlebihan.

9. Membuka diri untuk orang lain
Buka diri kamu untuk orang-orang yang ingin mengenal kamu. Dan jangan sekali-kali memilih-milih dan membeda-bedakan seseorang berdasarkan statusnya. Kamu harus menjalin silaturahami dengan semua orang. Dengan catatan, kamu harus membentengi diri agar tidak mudah terbawa arus yang negatif.

10. Bisa menerima perubahan
Jadilah orang yang fleksibel, jangan terlalu kaku. Setiap kehidupan pasti mengalami perubahan termasuk lingkungan. Kamu harus bisa mengikuti, tapi harus punya filter/penyaring mana yang baik mana yang kurang baik. Kalau sudah begini maka perubahan adalah sesuatu yang menyenangkan. Sama seperti dirimu.
Well, selamat menjadi orang yang menyenangkan dan tetap menjadi diri kamu apa adanya.

Senin, 19 September 2011

Terlalu Memaksa Belajar Bisa Buat Anak Tertekan

Posted by lihatberita

Setiap orangtua pasti ingin anaknya menjadi bintang kelas. Tetapi, harapan ini tak jarang membuat orangtua selalu menuntut anaknya untuk terus belajar sehingga tanpa disadari anak menjadi tertekan.

Studi terbaru menunjukkan, sangat penting bagi orangtua untuk memiliki sikap yang baik dan positif ketika menyuruh anak-anak mereka menyelesaikan pekerjaan rumah (PR).

Para peneliti mengatakan, anak-anak akan memiliki motivasi untuk mengerjakan PR jika orangtua menunjukkan sikap yang positif, mendukung dan menekankan nilai pembelajaran, daripada hanya berfokus pada penyelesaian tugas atau mendapatkan nilai yang bagus.

Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan oleh para peneliti di Ben-Gurion University of the Negev, Israel, terhadap 135 anak kelas empat dan para orangtua.

"Orangtua dapat memperbaiki kompetensi dengan membiarkan anak-anak mengerjakan sendiri tugas mereka. Selain juga dengan memberikan sinyal kepada anak bahwa mereka sangat disayangi dan dikagumi, tidak peduli seberapa sukses ia dalam pelajaran Matematika atau Bahasa," kata Dr Idit Katz dan rekan dalam laporan terbaru jurnal Learning and Individual Differences.

Katz menambahkan, orangtua harus memahami lebih dahulu motivasi, sikap, dan kompetensi mereka sebelum mencoba untuk mengubah kebiasaan anak dalam mengerjakan PR.

"Sedikit penelitian formal telah dilakukan mengenai pengaruh lingkungan rumah ketika anak mengerjakan PR. Lingkungan rumah sama pentingnya dalam memberikan motivasi positif bagi anak sekolah," tambahnya.

Sabtu, 10 September 2011

Kurangi Stres Saat Mengasuh Anak


Menjadi orangtua terkadang membuat kita stres. Perilaku anak-anak yang sering di luar kendali membuat Anda merasa letih bahkan putus asa. Bagaimana mengatasinya?

Menjadi orangtua yang baik memang tidak mudah. Berikut ini beberapa saran dari Sheknows agar Anda bisa menjadi orangtua yang baik, namun terbebas dari stres. Ini dia:

1. Membangun sikap positif

Jangan terbiasa memberi label negatif pada anak. Misalnya menyebutnya “nakal”, “sulit diatur”, dan sebagainya. Lebih baik tanamkan padanya nilai-nilai positif. Misalnya bagaimana menjadi anak yang baik, cerdas dan penurut. Biarkan si kecil menanamkan nilai positif tersebut dalam dirinya.

Stiker atau poster-poster menarik yang berisi nasihat bijak juga bisa Anda letakkan di rumah, agar si kecil bisa belajar sendiri. Jadi Anda tak perlu mengulang-ulang hal yang sama setiap harinya.

2. Berhenti berdebat
Berdebat dengan anak terkadang membuat stres. Belum lagi emosi Anda yang naik semakin membuat si kecil tak bisa menerima segala ucapan Anda. Dalam keadaan seperti ini, tak ada gunanya meneruskan perdebatan. Lebih baik tarik nafas panjang dan berhenti berdebat. Katakan pada anak Anda, segala sesuatu tak akan bisa diselesaikan dengan emosi.

Beri waktu padanya untuk memikirkan tindakannya, dan beri waktu pada diri Anda untuk tenang. Setelah semuanya kembali terkendali, Anda dan si kecil bisa kembali membicarakan masalah yang belum selesai, dengan pikiran lebih terbuka.

3. Menjadi contoh
Tak ada gunanya Anda menanamkan segala hal positif pada anak jika Anda sendiri tak melakukannya. Jadilah teladan yang baik bagi anak. Metode ini sangat efektif untuk mendidik anak ketimbang metode yang lain. Tanpa berbicara banyak, si kecil dengan sendirinya akan mengikuti apa yang Anda contohkan.

4. Tukar pikiran dengan orangtua lain
Setiap anak pasti memiliki masalah unik yang berbeda satu sama lain. Namun bukan berarti metode mendidik orang lain tak bisa Anda terapkan pada si kecil. Tak ada salahnya sesekali bertukar pikiran dengan orangtua lain dalam hal mengasuh dan mendidik si kecil. Selain mendapat ilmu baru, Anda juga dapat melepaskan beban sejenak dan merasa tidak sendirian.

Selamat mencoba.

Rabu, 24 Agustus 2011

Kenapa Perselingkuhan Terjadi? Ini Penyebabnya


Menurut psikolog Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, cinta bukanlah pengikat pernikahan. Cinta hanyalah faktor yang bisa menarik seseorang untuk memutuskan berpasangan.
“Cinta paling lama bertahan tiga tahun, lalu hilang. Sisanya adalah komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab,” ujar Prof Sarlito, saat peluncuran buku Mencegah Selingkuh dan Cerai karya sosiolog Dra Hartati Nurwijaya di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Minggu (14/8/2011) lalu.
Salah satu penyebab retaknya rumah tangga menurut Prof Sarlito adalah perselingkuhan. Perselingkuhan itu sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti: kemajuan teknologi, workaholic, dan sifat posesif.
Kemajuan teknologi
Teknologi bukan hal yang menjadi asal-usul perselingkuhan, namun bisa memicu perselingkuhan. Ketakutan bahwa kemajuan teknologi bisa membuat pasangan selingkuh, bisa membuat seseorang melanggar privasi pasangannya. Misalnya, membuka e-mail, SMS, atau situs jejaring sosial pasangan, bahkan minta password segala. Kebiasaan inilah yang menurut Prof Sarlito kerap memicu pertengkaran.
“Beri kepercayaan pada pasangan untuk punya wilayah privasinya sendiri. Kalau ternyata dia selingkuh, itu bisa diurus belakangan. Intinya jangan cari-cari masalah,” jelas Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia yang mendalami Psikologi Sosial ini.
Bagaimanapun, teknologi akan mempermudah pekerjaan dan kehidupan seseorang. Jadi, pasangan pun berhak menikmatinya.
Workaholic
Bila salah satu atau kedua pihak terlalu asyik dengan pekerjaan masing-masing, perlahan-lahan bisa menghilangkan kesetiaan. Jika workaholic tidak diselingi dengan kencan berdua, misalnya, akan sulit bagi pasangan untuk bertahan. Hubungan pernikahan akan terasa hambar dan terasa sama saja dengan rutinitas hidup yang lain. Rasa hambar ini kelak akan berujung pada keinginan untuk mencari “selingan”. Siapa yang menjadi "selingan" tersebut? Kemungkinan besar adalah rekan kerja, partner bisnis, atau siapapun yang biasa Anda jumpai saat bekerja atau beraktivitas.
Sifat posesif
Orang yang selalu menginginkan pasangan berperilaku sesuai dengan keinginannya cenderung membuat pasangan menjadi bosan. Kehidupan rumah tangga pun menjadi kaku karena pasangan selalu merasa diawasi dan akhirnya merasa terkekang.
Contohnya masalah cemburu. Cemburu yang berlebihan bisa memberi penghakiman yang terlalu cepat kepada pasangan, padahal perselingkuhan belum tentu terjadi. Kemarahan yang tidak memiliki alasan kuat justru akan menambah keretakan hubungan. Karena sifat manusia cenderung selalu memilih yang lebih baik, jangan sampai ulah Anda yang pencemburu atau posesif mendorong pasangan mencari orang lain.
“Jangan bermimpi mengubah seseorang, tapi ubah dulu diri Anda, maka pasangan akan mengikuti,” tukasnya.

Minggu, 24 Juli 2011

Cegah Perasaan Iri Hati Anda

iri-hati
Setiap orang pasti pernah merasakan iri hati, iri hati terhadap teman sekolah, teman kantor. Rasa iri hati biasanya muncul karena seseorang merasa di bawah orang yang diirikanya tersebut, misalnya teman anda berpakaian lebih menarik daripada anda, teman anda mempunyai handpone lebih canggih daripada anda. Semua itu muncul dibenak kita dan menimbulkan rasa iri kepada teman kita. Situasi ini berakibat pada terbelenggunya hidup anda dalam keirian hati anda tersebut dan tidak bisa mensyukuri anugrah Tuhan yang sudah diberikan kepada anda saat ini. Berikut ini adalah tips buat anda untuk mencegah rasa iri hati :

  1. Bersyukurlah atas diri sendiri. Kita patut menghormati diri sendiri, juga bersyukur atas berkatNya. Kita harus percaya bahwa segala sesuatu yang kita miliki merupakan hasil kerja keras kita sendiri, dan hasilnya adalah yang terbaik pemberianNya.
  2. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Dulu saya sedih, kecewa, dan iri hati pada teman-teman saya yang tinggi tegap. Ketika beramai-ramai mendaftar ke AKBRI, saya gugur karena tinggi badan saya kurang 0,5 cm. Saya mengeluh mengapa Dia tidak memberi saya 0,5 cm lag. Ternyata kegagalan saya itu membawa  berkah, karena saya dapat bersekolah dokter dan kini menjadi professor, misalnya.
  3. Setiap orang memiliki rezeki sendiri-sendiri. Kita harus yakin bahwa pemberian Tuhan merupakan hasil dari upaya dan jerih payah kita. Kita wajib berusaha, Dia yang menentukan.
  4. Kita boleh kagum atas keberhasilan orang lain, lalu berkata dalam hati: Jika ia dapat, mengapa saya tidak? Ini bukan iri hati, tetapi mencontoh orang lain, hanya saja yang diutamakan bukan hasilnya, melainkan meniru apa yang dikerjakan orang lain. Konsep ini lazim disebut patok duga (benchmark), yang maknanya bukan bersaing, tetapi mencontoh, bukan setara, menjadi sama dalam hal kualitas.
Nah, mulai sekarang hilangkanlah segala rasa iri hati yang mungkin ada dibenak anda. Menghilangkan semua hal-hal yang negatif di diri anda dapat meningkatkan taraf hidup anda dalam memperoleh kebahagiaan.

Menghindari Perasaan Takut

Perasaan takut termasuk instrumen kehidupan, jadi merupakan hal baik. Yang perlu dilatih adalah objek perasaan takut, dan jangan sampai menjadi tidak masuk akal. Anak-anak jangan dibiasakan menjadi penakut. Perasaan takut yang berlebihan dan tidak masuk akal disebut fobia. Perasaan takut berlebih tetapi masih masuk akal disebut penakut. Ada juga pengecut, yaitu berpura-pura tidak takut, tetapi tunggang langgang ketika menghadapi realitas.


Dari uraian diatas harus dipahami bahwa perasaan takut memang perlu, tetapi harus jelas objeknya, yang dalam hal ini berbeda-beda antara setiap orang. Ada anak yang berani memanjat pohon, ada yang takut bukan main. Pengalaman sangatlah menentukan. Seorang anak gunung akan berani masuk hutan untuk berkelana, tetapi takut berenang. Anak nelayan tidak takut badai, tetapi tidak berani masuk hutan.