Tampilkan postingan dengan label Tipes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tipes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2011

Penanganan Penyakit Tifus

Penyakit Tifus

Seperti yang saya bicarakan dahulu pada postingan yang berjudul GEJALA DAN PENYEBAB TIPES maka saya akan membahas bagaimana cara menangani pasien yang terkena penyakit tifus sebelum dibawa kerumah sakit sebab penyakit ini jika terlambat penangananya maka akan berakibat fatal.
Jika ada keluarga atau kerabat anda mengalami demam, maka sebaiknya jangan demam itu disepelekan sebab bias saja demam itu akibat dari penyakit yang berbahaya seperti DBD dan Tifus.
Dalam pengobatan tifus yang terpenting adalah mendeteksi dan mengobati sedini mungkin sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi (baca GEJALA DAN PENYEBAB PENYAKIT TIPES). Jika demam terus tinggi berlangsung lebih dari 5-7 hari atau terdapat gejala yang berhubungan dengan komplikasi tifus (baca GEJALA DAN PENYEBAB PENYAKIT TIPES) sebaiknya anda atau keluarga anda membawanya kerumah sakit. Namun sebelum ke dokter , karena biasanya terjadi lain hal maka tak ada salahnya anda melakukan penanganan awal pada pasien tersebut.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-memberikan makanan yang mudah dicerna seperti bubur atau nasi asalkan sipasien mengunyahnya dengan baik.
-Jangan memberikan pasien makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti pudding dan sayur-sayuran. Hindari juga makanan yang pedas atau yang asam sebab dapat mengakibatkan iritasi pada usus dan sangat berisiko menimbulkan pendarahan. Jika usus berdarah akibat hal tersebut masih bias sipasien mengkonsumsi susu namun jika usus bocor maka meminum susu dan makan sebaiknya dihentikan dulu.
-Sebaiknya pasien istirahat yang cukup sebab istirahat sama halnya dengan obat.
-Jangan lupa sering-sering mengkonsumsi minuman sebab disaat kita demam banyak skali cairan yang hilang dan jika anda terkencing-kencing itu lebih baik lagi. Sebaiknya minum air 1,5 – liter/perhari jangan kurang dari itu.
-Mencuci tangan disaat anda mau makan dan minum dan juga jangan lupa menutup maknan dan minuman agar terhindar dari kotoran dan kuman.

Untuk mencegah penyakit Tipes :
Penyakit tipes merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya juga karena dapat menular melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan kuman tipes yang berasal dari sipendetita. Ada beberapa hal yang bias anda lakukan untuk menghindari penyakit tipes ini yaitu :
-kalau bias anda menghindari mengkonsumsi jajanan dipinggir jalan dan jangan mengkonsumsi telur ayam setengah masak . sebab pada telur ayam biasanya terdapat kotoran ayam yang mengandung kuman tipes.
-Karena sekarang sudah terdapat vaksin tipes yang disuntikan atau diminum yang dapat melindungi anda selama 3 tahun dari serangan penyakit ini.
-Meningkatkan daya tahan tubuh dengan gizi yang baik, istirahat yang cukup (7-8jam/24 jam), olahraga secara teratur 3-4 kali seminggu selama 1 jam.
-Bagi anda yang pernah terserang tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan karena akan lebih mudah kambuh kembali dari pada orang yang tak pernah menderita tipes sebelumnya.
-Hindari makanan yang tidak higienis
-Mencuci tangan sebelum makan.

Sumber : KATOBENGKE FOR HEALTH

PENYAKIT THYPUS ( TIPES )

PENYAKIT THYPUS ( TIPES )

Tipes atau thypus adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).
Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis.
Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut.


Diagnosis
Untuk mengetahui penyakit tersebut lakukan pemeriksaan laboratorium seperti :
1. Terjadinya penurunan sel darah putih
2. Anemia rendah karena pendarahan pada usus
3. Trombosit menurun
4. Menemukan bakteri salmonella typhosa pada kotoran, darah, urin
5. Peningkatan titer Widal

Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan oleh kuman Salmonella typhi/ paratyphi, yaitu kuman yang terdapat di minuman dan makanan kita yang terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit.
Dikatakan meningkat bila titernya lebih dari 1/400 atau didapatkan kenaikan titer 2 kali lipat dari titer sebelumnya dalam waktu 1 minggu.
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemui bradikardi (denyut melemah) relatif, pembesaran limfa, tegangnya otot perut, dan kembung.
Serta, periksakanlah apakah kandung empedu anda tidak mengalami peradangan menahun karena bakteri Tipes dapat menempati kandung empedu.

Gejala
Gejala yang dialami penderita Tipes dapat diuraikan menjadi berikut ini :
1. Panas badan yang semakin hari bertambah tinggi, terutama pada sore dan malam hari. Terjadi selama 7-10 hari, kemudian panasnya menjadi konstan dan kontinyu. Umumnya paginya sudah merasa baikan, namun ketika menjelang malam kondisi mulai menurun lagi.
2. Pada fase awal timbul gejala lemah, sakit kepala, infeksi tenggorokan, rasa tidak enak di perut, sembelit atau terkadang sulit buang air besar, dan diare.
3. Pada keadaan yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun.

Pencegahan
Penyakit Tipes dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan kuman Tipes , Salmonella typhosa, kotoran, atau air kencing dari penderita Tipes.

Bila anda sering menderita penyakit ini kemungkinan besar makanan atau minuman yang Anda konsumsi tercemar bakterinya.
Hindari jajanan di pinggir jalan terlebih dahulu.
Atau telur ayam yang dimasak setengah matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Tipes.

Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada Vaksin Tipes atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun.
Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut.
Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam/24 jam, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam.
Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita Tipes.
Hindarilah makanan yang tidak bersih. Cucilah tangan sebelum makan. Bagi penderita carrier (tidak menderita penyakit ini, namun dapat menyebarkan bakterinya) tetap mengkonsumsi obat.

Pengobatan
Penyakit ini tidak terlalu parah, namun sangat dapat menganggu aktifitas kita. Yang sangat dibutuhkan adalah istirahat total selama beberapa minggu bahkan bulan. Bagi orang yang sangat aktif, hal ini sangat menderita. Anda terasa tidak bisa apa-apa ( setidaknya ini yang saya rasakan ketika menderita penyakit ini).
Yang perlu diperhatikan pasca terkena Tipes adalah :
1. pola makan yang benar, misalnya harus lunak, ya terapkan makan lunak sampai batas yang telah ditentukan dokter, kemudian makanan yang berminyak, pedas, asam, spicy hindari.
2. Kurangi kegiatan yang terlalu menguras tenaga.
3. Kemudian untuk menjaga stamina bisa diberikan Kapsul Tapak ( sesuai ketentuan dokter) Liman 3 x 2 Kaps/hr, Kaps Daun sendok 3 x 2 Kaps.hr, dan Patikan Kebo 3 x 1 Kaps/hr (untuk membantu mempercepat penyembuhan luka diusus akibat Typus).
Pengobatan pada penderita ini meliputi tirah baring, diet rendah serat - tinggi kalori dan protein, obat-obatan berupa antibiotika (dijelaskan pada paragraf berikutnya), serta pengobatan terhadap komplikasi yang mungkin timbul.
Obat untuk penyakit Types adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan selama 7 – 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama 3-4 hari minum obat.
Obat harus diminum sampai habis ( 7 – 10 hari ).
Bila tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh kembali.
Sumber : ECHA MATAHARI.

Gejala dan Penyebab Penyakit Tipes

Gejala dan Penyebab Penyakit Tipes

dimusim hujan seperti sekarang ini, rawan sekali mengundang berbagai macam penyakit apalagi jika kita mengabaikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar kita. Adapun salah satu penyakit yang perlu diwaspadai dimusim sekarang ini adalah penyakit tipes atau Tifus.
Di Indonesia banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui penyebab dan bagaimana gejala dari penyakit ini. Penyakit tipes ini jika tidak segera ditangani maka dalam kurun waktu 30 hari dapat menyebabkan komplikasi seperti pendarahan usus dan juga perforasi (perlubangan)pada usus, oleh sebab itu pengetahuan tentang penyakit ini terutama penyebab dan gejala dari penyakit ini sangat penting diketahui.
Penyakit Types atau tipus disebabkan oleh Bakteri Salmonella typhosa. kuman ini menular lewat makanan dan minuman, tinja dan air seni yang dibawa oleh lalat. kuman salmonella termasuk genus bakteri enterobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat dengan masa inkubasi kuman ini dalam tubuh 5 - 12 hari. nama salmonella diberikan oleh Edward salmon, seorang ahli patologi dari Amerika walaupun rekannya Theobold smith yang pertama kali menemukan bakterium pada tahun 1885 pada tubuh babi.
Types termasuk infeksi sistematik dengan gejala yang khas yaitu demam. adapun demam yang dialami oleh pasien yang menderita penyakit ini umumnya memiliki pola khusus dengan suhu yang meningkat (sangat tinggi) naik-turun. hal ini terjadi pada sore dan malam hari sedangkan dipagi hari hampir tidak terjadi demam. hal inilah yang biasanya tidak disadari oleh sipasien maupun keluarga si pasien.
demam pada penderita types mulai meninggi biasanya diatas jam 12 siang. umumnya disaat sipenderita pertama kali terkena penyakit ini, panasnya tidak terlalu tinggi namun demamnya muncul 1-2 hari kemudian.
Perbedaanya dengan demam berdarah (DBD) yaitu umumnya penyakit demam berdarah panasnya meningkat mendadak dengan suhu yang cukup tinggi dan demamnya akan turun secara cepat dihari ke-5 atau ke-6. jika demamnya sudah berlangsung 7 hari, sangat memungkinkan demam ini disebabkan oleh tifus dan bukan demam berdarah.
tanda-tanda atau gejala penyakit tipes yang lainnya yakni bisa dilihat pada lidah si pasien yang berwarna abu-abu karena kurang makan sehingga kotoran menetap diladhnya dan gejala lainnya yaitu suhu badan yang tidak sejajar dengan denyut nadi. sebab normalnya jika suhu tubuh meningkat (tinggi) maka denyut nadinya juga tinggi.
kurang selera makan dan mengeluh atau merasa sakit pada perut bagian bawah. Pada beberapa kasuspenyakit ini juga kadang dikira usus buntu maka terkadang dilakukan operasi padahal penyakit ini adalah penyakit typus, hal ini disebabkan oleh kuman yang menyerang kelenjar limfa sehingga terjadi peradangan yang terletak pada bagian akhir usus. jika penyakit ini sudah parah dan penyakit ini diabaikan atau tidak disadari maka disaat sipasien tadi melakukan BAB (buang air besar) maka tinja yang dikeluarkan akan bercampur dengan darah dan jika ini berlangsung lama maka akan menyebabkan komplikasi. Adapun gejala komplikasi umumnya muncul pada minggu ke-dua sedangkan pada minggu pertama mungkin saja komplikasi belum terjadi. pada tahap selanjutnya jika belum tertangani (diobati) juga maka akan menyebabkan perforasi atau lubang pada usus. dan juga bila tinja atau kotoran yang dikeluarkan sudah berwarna hitam maka bisa mengakibatkan kematian.
Untuk itu, mengetahui gejala dan penyebab dari penyakit ini (penyakit tipes atau tiphus)sangat penting. terlebih kuman typhes tersebut mudah menyerang siapa saja jika kebersihan tidak terjaga dan dapat menular kepada siapapun.

Postingan ini bersambung pada postingan berikutnya dengan judul Cara menangani dan mencegah penyakit tipes.
Sumber : KATOBENGKE FOR HEALTH