Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

GENG REMAN VAN JAKARTA


GENG REMAN VAN JAKARTA

TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. "Saya lari ke atas," kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. "Anak buah saya berkumpul di lantai tiga."
Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semarang, Parung, Ciputat, dan Pamulang.
Wafat pada akhir 2008, Baharudin meninggalkan banyak warisan buat keluarganya, antara lain aset delapan koperasi berbadan hukum, yang cabangnya tersebar di sejumlah kota. Pengadilan Agama Jakarta Timur pun menetapkan istri dan empat anak Baharudin sebagai ahli waris. Konflik keluarga berawal ketika Masthahari, adik Baharudin, menuntut hak waris.
Masthahari menyewa jasa pengamanan dari Umar Kei, 33 tahun, pemuda dari Kei, Maluku. Tak mau kalah, Burhanuddin meminta pengawalan Alfredo Monteiro dan Logo Vallenberg dari kelompok Timor. Di lapangan, merekalah yang berhadapan.
Serangan itu datang pagi-pagi. Lima orang datang ke kantor Koperasi Bosar Jaya. "Kami dari Koperasi Mekar Jaya ingin mengambil alih kantor," kata Jamal, seorang penyerang. Tak lama kemudian datang Umar Kei, yang meminta Logo dan kelompoknya meninggalkan kantor. Ditolak, Umar memanggil anak buahnya yang datang dengan enam mobil. Menurut Logo, mereka bersenjata golok dan pedang samurai. Umar memerintahkan anak buahnya menyerang.
Para penyerang menyabet Logo. "Anak buah saya tak bersenjata," kata Logo. Bentrokan tak berlanjut karena petugas kompleks pertokoan itu telah datang. Belakangan Logo tahu, Umar bekerja dengan bendera Lembaga Bantuan Hukum Laskar Merah Putih. "Mereka mengatasnamakan koperasi simpan-pinjam Mekar Jaya," katanya.
Kepada Tempo, Umar mengatakan, dia datang untuk mengajak berunding. Ia meminta Logo dan teman-temannya meninggalkan kantor karena sengketa keluarga itu ditangani pengadilan. Sebelum menghadapi Logo, Umar mengatakan bahwa gengnya sudah lebih dulu berhadapan dengan anggota Brimob, kelompok Banten, Forum Betawi Rempug, dan kelompok Ongen Sangaji yang disewa Burhanuddin Harahap. "Mereka mundur menghadapi kelompok saya," katanya.
Sengketa waris pun menjadi pertikaian berdarah.
l l l
KELOMPOK Umar Kei dan kelompok Alfredo-Logo terhubung dalam usaha jasa pengamanan. Di ceruk "bisnis kekerasan" ini, ada pemain lain semacam Kembang Latar pimpinan Bahyudin, Petir di bawah komando Alo Maumere, Forum Betawi Rempug yang dipimpin Lutfi Hakim, Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten pimpinan Dudung Sugriwa, dan Pemuda Pancasila.
"Subsektor" bisnis ini merentang dari penagihan utang, jasa penjagaan lahan sengketa, pengelolaan jasa parkir, sampai pengamanan tempat hiburan dan perkantoran di Ibu Kota. Usaha pengamanan kantor antara lain dipilih Abraham Lunggana alias Lulung, 50 tahun. Mendirikan perusahaan PT Putraja Perkasa pada awal 2000, ia masuk jasa pengelolaan parkir dan pengamanan. Putraja memiliki anak perusahaan, PT Sacom. Abraham mengklaim mempekerjakan sekitar 4.000 orang. "Dulu sempat lebih besar dari itu," kata dia.
Anak buah Lulung menangani pengamanan Blok F, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tempat para pedagang kelontong. Ia mengambil alih "kekuasaan" yang sebelumnya dipegang oleh seorang jawara bernama Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, 62 tahun. Ucu dulu menyingkirkan penguasa sebelumnya, Rosario Marshal alias Hercules, seorang pemuda asal Timor Timur. Perusahaan Lulung juga mengelola perparkiran di sejumlah kantor, termasuk Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan (lihat "Pemburu Utang, Penjaga Parkir").
Persaingan antarkelompok sering sangat keras dan bisa diakhiri dengan pertumpahan darah. Akhir September lalu, dua kelompok berhadapan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jalan Ampera. Mereka menghadiri sidang bentrok berdarah, yang melibatkan sejumlah pemuda Kei dengan penjaga keamanan Blowfish Kitchen and Bar, Gedung Menara Mulia, Jakarta Selatan. (lihat "Dari Blowfish ke Ampera").
Menurut Agrafinus Rumatora, 42 tahun, dari kelompok Kei, penjaga keamanan Blowfish dipegang kelompok Flores Ende pimpinan Thalib Makarim. Perkelahian pada April lalu itu menewaskan dua pemuda Kei, yakni Yoppie Ingrat Tubun dan M. Soleh. Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghadirkan terdakwa pelaku pembunuhan dua orang itu. Ternyata sidang ini menyulut pertikaian lebih besar. Tiga orang dari kelompok Kei tewas, puluhan lainnya luka-luka. Seorang sopir bus pengangkut kelompok ini menjadi korban.
Daud Kei, Wakil Ketua Angkatan Muda Kei (AMKei), menganggap pertikaian dua kelompok itu lebih besar. Daud, 38 tahun, tangan kanan John Kei, ketua organisasi itu, mengatakan, "Ini bukan antara Kei dan Flores, tapi antara Maluku dan Flores Ende. Jangan salah tulis," katanya.
Setelah bentrokan di Ampera, Alfredo Monteiro dan Logo diperiksa polisi. Alfredo mengatakan bahwa polisi menduga ia dan Logo berkaitan dengan Thalib Makarim. Logo memang pernah bekerja untuk Thalib. "Cuma dua bulan," katanya. Polisi lalu menangkap enam tersangka, semuanya dari kelompok Flores Ende. "Bagaimana mungkin tidak ada tersangka satu pun dari mereka (kelompok Kei)?" kata Zakaria "Sabon" Kleden, 66 tahun, tokoh yang sangat dihormati di kalangan kelompok etnis.
l l l
PERALIHAN penguasa bisnis jagoan di Ibu Kota bukanlah suksesi yang mulus. Pada 1990-an, area ini dikuasai Hercules. Ia semula pemuda Timor yang direkrut Komando Pasukan Khusus, atau Kopassus, pada saat proses integrasi wilayah itu ke Indonesia. Terluka dalam kecelakaan helikopter, ia dibawa Gatot Purwanto, perwira pasukan yang dipecat dengan pangkat kolonel setelah insiden Santa Cruz, ke Jakarta.
Hercules menetap di Jakarta, dan segera merajai dunia para jagoan. Ia menguasai Tanah Abang. Namanya pun selalu dekat dengan kekerasan. Kekuasaan tak abadi. Pada 1996, ia tak mampu mempertahankan kekuasaannya di pasar terbesar se-Asia Tenggara itu. Kelompoknya dikalahkan dalam pertikaian dengan kelompok Betawi pimpinan Bang Ucu Kambing, kini 64 tahun.
Sejak itu ia tak lagi berkuasa. Tapi namanya telanjur menjadi ikon. Seorang perwira polisi mengatakan, setiap pergantian kepala kepolisian, Hercules selalu dijadikan "sasaran utama pemberantasan preman".
Pada masa kejayaan Hercules, ada Yorrys Raweyai. Pada awal 1980-an, ia bekerja menjadi penagih utang. Kekuatan pemuda asal Papua ini ditopang Pemuda Pancasila, organisasi yang mayoritas anggotanya anak-anak tentara. Dia menjadi ketua umum organisasi itu pada 2000 dan melompatkan kariernya di politik. Dia kini anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar.
Pemuda Pancasila juga menjual jasa pengamanan lahan, penagihan, dan penjaga keamanan. Ordernya diterima dari perusahaan resmi yang memiliki jaringan dengan Pemuda Pancasila. "Habis, mau kerja apa, mereka tidak punya ijazah," Yorrys menunjuk anggota kelompoknya. Soal cap preman, dia berkomentar enteng, "Saya anggap koreksi saja."
Pada generasi yang sama, Lulung, bekas preman Tanah Abang, kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan. Usahanya dimulai dari pengumpul sampah kardus bekas hingga barang bekas. "Karier"-nya mencorong ketika kemudian bermain dalam usaha pengamanan Tanah Abang.
Untuk melestarikan kekuatan, Lulung memilih jalur resmi. Ia mendirikan PT Putraja Perkasa, lalu PT Tujuh Fajar Gemilang, dan PT Satu Komando Nusantara. Perusahaan ini disesuaikan dengan "kompetensi inti" Lulung: jasa keamanan, perparkiran, penagihan utang. "Kami masuk lewat tender resmi," ujarnya.
Pada 1996, ketika Hercules berhadapan dengan Bang Ucu, Lulung memilih "berkolaborasi" dengan kelompok Timor. Alhasil, ia dikejar-kejar teman-temannya di Betawi. Bang Ucu menyelamatkannya. Itu sebabnya, kini Lulung rajin menyetor dana ke Ucu.
Dari Nusa Tenggara Timur ada nama Zakaria "Sabon" Kleden. Mendarat di Betawi pada 1961, Zaka-begitu dia disapa-mengatakan menjadi preman pertama asal daerahnya. "Dulu istilahnya geng. Ada geng Berland, Santana, dan Legos," tuturnya kepada Tempo.
Riwayat Zaka tak kalah berdarah. Ia mengaku sempat memutilasi korbannya. Ia juga mengatakan telah menembak mati beberapa orang. "Saya membela harga diri saya," ujarnya. Tapi ia mengatakan tak pernah dinyatakan bersalah. "Saya sering ditahan, tapi tidak pernah dihukum penjara," kata pria yang sangat dihormati kelompok preman terutama dari daerah Nusa Tenggara Timur itu. Tiga tahun lalu, Zaka menjalankan bisnis sekuriti, PT Sagas Putra Bangsa.
Dari eranya, Zaka menyebutkan nama ketua geng seperti Chris Berland, Ongky Pieter, Patrick Mustamu dari Ambon, Matt Sanger dari Manado, Jonni Sembiring dari Sumatera, Pak Ukar dan Rozali dari Banten, Effendi Talo dari Makassar. "Komunikasi di antara kami baik, maka jarang bentrok berdarah," tuturnya.
Pada awal 2000, muncul Basri Sangaji. Tapi dia terbunuh dalam penyerangan berdarah di Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan. "Bisnis"-nya diteruskan anggota keluarga Sangaji: Jamal dan Ongen. Ongen kini mantap dengan karier politiknya, menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Jakarta. "Target saya ketua Dewan Pimpinan Pusat," ujarnya.
Menjelang 1980-an kelompok-kelompok preman etnis juga membentuk organisasi massa. Dimulai dari Prems-kependekan dari Preman Sadar-pimpinan Edo Mempor. Tetap saja, bisnis mereka penagihan, perpakiran, dan jaga tanah sengketa. "Ini awal mulanya preman berbalut ormas," kata seorang mantan serdadu yang kini jadi preman.
Kelompok itu berdiri hingga kini. Ada Angkatan Muda Kei, Kembang Latar, Petir, Forum Betawi Rempug, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten, juga Angkatan Muda Kei.
l l l
SETELAH bentrok berdarah di Ampera, nama Thalib Makarim muncul ke permukaan. Para pesaingnya menyebut dia menyediakan pengamanan klub hiburan malam, seperti Blowfish, DragonFly, X2, dan Vertigo. Thalib resminya seorang pengacara. Dia pernah mendampingi artis kakak-adik Zaskia Adya Mecca dan Tasya Nur Medina, yang diculik oleh Novan Andre Paul Neloe. Ia juga menjadi anggota tim pengacara pengusaha Tomy Winata, ketika menggugat majalah Tempo pada 2005.
Thalib tercatat bekerja untuk kantor pengacara Victor B. Laiskodat & Associates di Melawai, Jakarta Selatan. Tapi, ketika Tempo mendatangi kantor ini, ia tak lagi bekerja di sana. "Lima tahun lalu sudah keluar," kata Mie Gebu, staf kantor ini. Beberapa orang yang berjanji bisa menghubungkan dia dengan Tempo juga gagal menemukannya. Ia juga tak pernah memenuhi panggilan polisi, yang menangani kasus Ampera.
Sumber Tempo di kalangan preman menyebutkan, Thalib merupakan pengganti Basri Sangaji. Ia menguasai tempat-tempat hiburan elite di Jakarta Selatan. "Termasuk lingkungan pasar Blok M-Melawai," katanya.
Adapun kelompok John Kei, menurut salah satu pentolannya, Agrafinus, berfokus pada jasa penagihan dan pengacara. Kelompok ini tidak masuk ke bisnis pengamanan tempat hiburan, perparkiran, ataupun pembebasan tanah. "Level kami bukan kelas recehan seperti itu," katanya. Sebab itulah, Daud Kei membantah tuduhan pertikaian di Blowfish dan Ampera dilatari perebutan lahan bisnis. "Kami etnis Maluku tidak ada bisnis penjagaan tempat hiburan," dia menegaskan.
Namun, menurut seorang preman senior, pertikaian antarkelompok separah itu umumnya karena berebut suplai atau meminta jatah. Sebab, perputaran uang di tempat-tempat dugem (dunia gemerlap) itu luar biasa besar. "Bayangin aja, dari suplai tisu, snack, minuman, sampai narkoba ada," tuturnya.
Berbeda dengan John Kei, Umar Kei meluaskan bisnisnya ke pembebasan tanah, termasuk penjagaannya. Di lahan ini juga bermain Forum Betawi Rempug dan Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten. Adapun perparkiran umumnya dipegang ormas lokal Betawi atau Banten, contohnya Haji Lulung.
Dari semua bisnis yang dilakoni kelompok etnis itu, sumber Tempo menuturkan, penghasilan terbesar ada di proyek pembebasan tanah. "Nilainya setara dengan uang jajan setahun," katanya. Mereka biasa menyebut penghasilan ini sebagai "jatah preman", yang dipelesetkan menjadi "jatah reman". Di tingkat kedua, penjagaan tempat hiburan malam. Kali ini jatahnya dipakai untuk "uang jajan sebulan". Sedangkan bisnis perpakiran menghasilkan jatah reman berupa "uang jajan harian".
Tak mengherankan bila dunia para jagoan ini sering diwarnai pertikaian, bahkan sampai berdarah-darah.
Sejarah Preman Jakarta
29 September 2010 
Bentrokan antara kelompok Maluku (Kei) dan Flores (Thalib Makarim) ketika sidang kasus Blowfish di Jalan Ampera, di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Korban tewas dari kelompok Maluku: Frederik Philo Let Let, 29 tahun, Agustinus Tomas (49), dan seorang sopir Kopaja Syaifudin (48).
31 Juli 2010
Bentrokan Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), dan Komunikasi Masyarakat Membangun Lapisan Terbawah (Kembang Latar) di Rempoa, Ciputat.
30 Mei 2010
Bentrokan antara massa Forkabi dan warga Madura di Duri Kosambi, Cengkareng. Ketua Forkabi Cipondoh Endid Mawardi tewas dibacok.
12 April 2010
Koordinator keamanan Koperasi Bosar Jaya, Logo Vallenberg, dikeroyok kelompok Umar Kei. Penyebabnya sengketa warisan antarkeluarga pemilik koperasi.
4 April 2010
Bentrokan di Klub Blowfish, Wisma Mulia, Jakarta, menewaskan dua orang dari kelompok Kei, M. Sholeh dan Yoppie Ingrat Tubun. Klub Blowfish dijaga kelompok Flores Ende pimpinan Tha-lib Makarim.
14 Desember 2009
Mantan karyawan PT Maritim Timur Jaya, Susandi alias Aan, dipukul dan ditendang di bagian kepala dan dada oleh Viktor Laiskodat, pemimpin Artha Graha Group.
11 Agustus 2008
John Kei, pemuda Ambon, ditangkap Densus Antiteror 88 Kepolisian Daerah Maluku di Desa Ohoijang, Kota Tual. Dia diduga kuat terlibat penganiayaan terhadap dua warga Tual, Charles Refra dan Remi Refra, yang menyebabkan jari kedua pemuda itu putus.
1 Juni 2008
Bentrokan Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Markas Besar Kepolisian RI menetapkan lima anggota FPI sebagai tersangka dalam pengeroyok-an dan pemukulan terhadap anggota Aliansi.
27 April 2006 
Ratusan anggota FBR mendatangi rumah artis Inul Daratista, menuntut Inul meminta maaf atas tindakannya menggelar demonstrasi menolak Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi di Hotel Indonesia.
3 Februari 2006
Massa FPI mengamuk di depan kantor Kedutaan Besar Denmark, Menara Rajawali, terkait dengan pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW di koran Denmark, Jyllands-Posten.
19 Desember 2005
Hercules bersama 17 anak buahnya menyerang kantor Indopos, Jakarta Barat, karena keberatan atas artikel berjudul �Reformasi Preman Tanah Abang, Hercules Kini Jadi Santun". Dia divonis hukuman penjara 2 bulan.
18 Juni 2005
Kelompok Maluku mengamuk dan merusak kantor pemasaran Perumahan Taman Permata Buana, Jakarta Barat. Mereka mengaku mewakili Aminah binti Ilyas, pemilik tanah yang sedang bersengketa dengan pengembang.
8 Juni 2005
Keributan antara kelompok Basri Sangaji dan John Kei saat sidang kasus pemukulan di Diskotek Stadium, Jakarta Barat. Kakak kandung John Kei, Walterus Refra Kei alias Semmy Kei, terbunuh di lahan parkir Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Tindakan ini merupakan balas dendam atas pembunuhan Basri Sangaji dan bentrokan di Diskotek Stadium.
29 Mei 2005
Persatuan Pendekar Banten bentrok dengan Forkabi. Jahuri, 44 tahun, warga Cilampang, Banten, tewas, ditemukan di Gedung Serbaguna Perumahan Permata Buana. Bentrokan dipicu sengketa tanah.
1 Maret 2005 
Ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, dan celurit berhadapan di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ketika sidang pembunuhan Basri Sangaji.
16 Februari 2005 
Bentrokan antara petugas Tramtib DKI dan kelompok Hercules yang menjaga lahan kosong di Jalan H.R. Rasuna Said Blok 10-I Kaveling 5-7, Jakarta Selatan. Adik Hercules, Albert Nego Kaseh alias John Albert, mati tertembak senjata Kasi Operasi Satpol Pamong Praja DKI Jakarta, Chrisman Siregar.
12 Oktober 2004
Basri Sangaji tewas diserang sepuluh preman dari kelompok John Kei di kamar 301 Hotel Kebayoran Inn, Jakarta Selatan.
2 Maret 2004 
Bentrokan antara kelompok Basri Sangaji dan John Kei di Diskotek Stadium di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat. Saat itu kelompok Basri menjaga diskotek dan diserang puluhan orang Kei. Dua penjaga keamanan dari kelompok Basri tewas.
7 Mei 2003
Bentrokan kubu Hercules dan Basri Sangaji di Kemang, Jakarta Selatan. Pertikaian menyebabkan Samsi Tuasah tewas akibat luka tembak di paha dan dada.
8 Maret 2003
David A. Miauw dan rekan, anak buah Tomy Winata, menye-rang dan melakukan pemukulan terhadap tiga wartawan majalah Tempo. Tomy berkeberatan atas artikel Tempo edisi Senin, 3 Maret 2003, berjudul "Ada Tomy di Tenabang?" Kasus ini dibawa ke pengadilan.
28 Maret 2002
Tujuh anggota FBR menganiaya anggota Urban Poor Consortium pimpinan Wardah Hafidz di kantor Komnas HAM, Menteng.
12 Desember 1998 dan 15 Januari 1999
Kerusuhan antara kelompok Ambon muslim dan Kristen dipicu peristiwa Ketapang. Kerusuhan Ambon ditengarai akibat provokasi beberapa kelompok preman.
22-23 November 1998
Kerusuhan antara Ambon muslim dan Kristen di daerah Ketapang, Jakarta Pusat. Baku hantam dipicu terbunuhnya empat pemuda muslim pada kerusuhan Semanggi, menjelang Sidang Istimewa MPR.
29 Mei 1997
Dedy Hamdun, preman asal Ambon beragama Islam, diculik lalu hilang hingga kini. Suami artis Eva Arnaz ini bekerja membebaskan tanah bagi bisnis properti Ibnu Hartomo, adik ipar bekas presiden Soeharto. Sebelum hilang, Dedy aktif mendukung Partai Persatuan Pembangunan.
1996
Perang antara kelompok Betawi dan Timor pimpinan Hercules. Kelompok Timor hengkang dari Tanah Abang.
Laskar Jalanan
29 Juli 2001
FBR didirikan oleh KH Fadloli el-Muhir (almarhum) dengan jumlah pengikut saat pendirian 400 ribu orang.
18 April 2001
Forkabi dideklarasikan di Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.
10 Oktober 2000
Kelompok Laskar Merah Putih pimpinan Eddy Hartawan (almarhum). Kelompok pemuda ini pernah menjadi tenaga pengawal mendampingi Manohara Odelia Pinot.
Mei 2000
Angkatan Muda Kei (AmKei) didirikan oleh keluarga Kei dengan ketua John Refra atau John Kei. Organisasi terbentuk pascakerusuhan Tual, Maluku, pada Maret 1999. Kelompok ini mengklaim memiliki 12 ribu pengikut.
17 Agustus 1998
FPI didirikan oleh Muhammad Rizieq bin Husein Syihab di Jalan Petamburan III Nomor 83, Jakarta Pusat. Beberapa jenderal TNI dan Polri mendukung pendirian FPI, di antaranya mantan Kepala Polda Metro Jaya Komisaris Jenderal Nugroho Jayusman.
1998 
Warga Betawi Tanah Abang mendirikan Ikatan Keluarga Besar Tanah Abang dan memilih jawara Tanah Abang, Muhammad Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, sebagai ketua umum hingga sekarang.
Masa Orde Baru: 
Tumbuh organisasi pemuda, seperti Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga, Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia, Yayasan Bina Kemanusiaan, dan belakangan organisasi Kembang Latar. Selain berbendera organisasi kepemudaan, ada kelompok informal yang sangat populer, seperti Siliwangi, Berland, Santana, dan Legos. Kelompok ini menjalankan usaha keamanan tempat hiburan serta sengketa lahan dan tempat parkir wilayah Jakarta Selatan.
Petrus
Pemerintah Orde Baru menekan kelompok preman dengan operasi rahasia "penembakan misterius" atau petrus. Investigasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan mencatat korban tewas petrus pada 1983 sekitar 532 orang, dan sepanjang 1984 dan 1985 sebanyak 181 orang.
Tim Investigasi Preman Jakarta Penanggung Jawab: Budi Setyarso Kepala Proyek: Anne L. Handayani Penyunting: Arif Zulkifli, Budi Setyarso Penulis dan Penyumbang Bahan: Anne L. Handayani, Budi Riza, Muchamad Nafi, Yuliawati Riset dan Fotografer: Bismo Agung, Novi Kartika Redaktur Bahasa: Uu Suhardi, Dewi Kartika Teguh W., Sapto NugrohoDesain: Eko Punto Pambudi, Hendy Prakasa, Agus Darmawan Setiadi, Tri Watno Widodo


"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini 
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini 
Terima Kasih.

Senin, 28 November 2011

Majalah Inilah REVIEW Edisi Ke-14 Dua Raksasa Berebut Indonesia


Headline
IST
Ekonomi - Senin, 28 November 2011 | 17:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Amerika Serikat dan China kini tengah berebut pengaruh di Indonesia. Maklum saja, potensi ekonomi di negeri ini teramat sayang untuk dilewatkan begitu saja.
AS kini tengah berusaha agar pundi-pundi mereka di Indonesia tidak hilang begitu saja direbut China. Sedangkan, China berupaya keras merebut pengaruhnya di Indonesia. Lihat saja, saat Presiden SBY berada di Honolulu, Hawaii, sejumlah pengusaha AS sarapan pagi bersama SBY dan menteri-menteri ekonomi.
Pada sarapan pagi Minggu 13 November 2011 itu, hadir antara lain President & CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, Group President Caterpillar Richard Lavin, Emery Konig dari Cargill, Deb Henretta dari Procter & Gamble, Peter Eggleston dari Chevron, President of National Center for APEC Monica Whaley, President & CEO Underwriters Laboratories Inc Keith Williams, dan Sehat Soehardjo serta Weili Dai dari Marvell Technology Group Ltd.
Sarapan pagi Presiden SBY dengan delapan pimpinan perusahaan terkemuka AS terlihat begitu spesial. Maklum AS sedang dirundung krisis keuangan begitu hebat. Situasi ini membuat daya beli rakyat AS mengendur. Kalau pada krisis 2008 Pemerintah AS menyuntikkan modal kepada perbankan dan perusahaan yang kolaps, kini siapa yang menalangi jika Pemerintah AS gagal membayar utang?
Satu-satunya jalan adalah ekspor dan ekspansi perusahaan swasta ke berbagai negara. Sebab, dengan cara ini banyak devisa bisa diraup. Itulah mengapa Presiden Barack Obama sampai harus menyaksikan pembelian 230 unit pesawat Boeing oleh Lion Air di Bali 18 November lalu. Pembelian senilai US$ 2,17 miliar atau Rp 19,52 triliun itu dianggap Obama sebagai transaksi terbesar dalam sejarah Boeing.
Namun banyak spekulasi bermunculan di balik ekspansi perusahaan-perusahaan AS di Indonesia. Salah satunya kekhawatiran AS terhadap pengaruh China di Indonesia. “Indonesia menjadi rebutan pengaruh antara AS dan China karena posisinya yang strategis serta punya penduduk banyak. Apalagi Indonesia dianggap berhasil mengawal proses demokrasi,” tutur sumber Inilah Review.
Memang sejak Perjanjian Perdagangan Bebas Cina-Asean (Asean-Cina Free Trade Agreement/ACFTA) diberlakukan 1 Januari 2010, barang-barang China mulai dari peniti hingga mesin modal membanjiri pasar Indonesia.
ACFTA memang membuat China makin bergairah menyerbu pasar Indonesia. Bahkan beberapa perusahaan raksasa China terus hadir dalam berbagai pameran teknologi dan produk China. Hingga saat ini lebih 1.000 perusahaan China beroperasi di Indonesia, baik bidang infrastruktur, kelistrikan, energi, komunikasi, agrikultural, manufaktur dan sektor lainnya.
Menurut Deputy Director of Shanghai Municipal Commission of Commerce, Wang Xinpei, pada kuartal pertama 2011 perdagangan antara China dan Indonesia sudah mencapai US$ 12,5 miliar atau naik 40% dibanding periode yang sama tahun 2010. “Kami berharap volume perdagangan China-Indonesia bisa sampai US$ 50 miliar di akhir tahun 2011,” ujar Wang.
China memang tidak main-main melakukan ekspansi ke Indonesia. Beberapa waktu lalu, Anhui Conch Cement Co, perusahaan semen China mengeluarkan US$ 2,35 miliar untuk membangun empat pabrik semen di Indonesia. Menurut Business News, produk semen yang dibuat oleh Anhui Conch Cement Co itu akan dijual di Indonesia dan diekspor ke negara-negara tetangga.
Di sektor pertambangan,Ning Xia Hengshun Smelter Group segera masuk ke Indonesia untuk mengolah nikel dengan investasi US$ 7 miliar. “Ini luar biasa,” ujar Deputi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bidang Promosi Investasi, Himawan Ariyoga.
China juga dikabarkan sedang mengincar pertambangan di pegunungan Grasberg dan Ertsberg di Timika, Mimika, Papua, yang belum semuanya dieksploitasi oleh PT Freeport Indonesia. Di pegunungan ini masih terkandung biji tembaga, uranium, dan emas.
Namun, boleh dibilang ini baru babak awal pertarungan China dan AS di Indonesia. Laporan mengenai pertarungan China dan AS dalam merebut Indonesia ini bisa disimak di Majalah InilahREVIEW Edisi ke 14 yang terbit Senin (28/11/2011). [tjs]

Kamis, 22 September 2011

Berbekal Rp 2.000, Antar Saputra ke Milan

Saputra. TEMPO/Parliza Hendrawan

TEMPO Interaktif, Palembang - Saputra, siswa SMP Negeri 6 Palembang, Sumatera Selatan, berhasil menjadi salah satu dari 18 pesepakbola cilik yang akan tampil dalam The All Star Milan Junior Camp (MJC) 2011 di Milan, Italia. Atas prestasi itu, maka Putra, panggilan akrabnya, akan menjajal Stadion San Siro, markas Milan, mulai 30 Oktober-15 November 2011.


Di negeri yang disebut sebagai kiblatnya sepak bola dunia itu, Putra akan mendapatkan pelatihan sepak bola dari pelatih dan pemain top dunia asal italia. Putra mengaku bangga bisa terpiih dari belasan ribu kontestan dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan Putra mewakili Sumatera Selatan dalam ajang MJC 2011 bukan hal yang gampang. Anak tukang cuci pakaian ini mengatakan keberhasilannya menyingkirkan sekitar 1.300 kandidat lainnya dari seluruh Sum-Sel berkat kemauan keras dan hobi bermain bola sejak masih duduk di kelas tiga sekolah dasar. Awalnya ikut seleksi hanya coba-coba.

"Saya tidak menyangka bsa menembus ke Milan karena rata-rata teman saya bermain sangat bagus,” kata Putra yang ditemui di rumah kontrakan orang tuanya, Kamis siang, 22 September 2011.

Selanjutnya, bersama enam teman sebayanya, ia pun meninggalkan Palembang untuk mengikuti seleksi nasional yang berlangsung di Gelora Bung Karno Jakarta pada 3-10 September 2011 lalu.

"Saya bisa menginjak rumput Gelora Bung Karno saja sudah sangat bangga, apalagi lolos ke Milan. Alhamdulillah, saya bersyukur," ujarnya.

Keputusan panitia seleksi yang menyebut Putra akan dikirim ke Italia sangat mengagetkan dirinya. Betapa tidak, Putra bermimpi pun tidak sama sekali untuk dapat berlatih bola di stadion legendaris Italia itu. Karena itulah, bocah kelahiran 6 November 1996 ini mengaku sangat bangga. Mengingat dia menjadi satu-satunya perwakilan Sum-Sel dari 1.300 peserta seleksi Indonesia All Star Team Challenge di Stadion Kamboja pada 28-29 Mei lalu.

Putra mengisahkan kesedihan dalam proses perjuangan beratnya menuju Milan ini. “Saya tak punya uang sama sekali untuk bekal ikut seleksi Indonesian All Star Team Challenge di Stadion Kamboja,” ungkapnya.

Pada hari pertama tanggal 28 Mei 2011, Putra mengaku tidak sempat sarapan dan hanya memegang uang Rp 2 ribu. Duit itu pun dikasih sama teman bernama Lutfi. "Alhamdulillah, dari Rp 2 ribu itu saya bisa makan siang dengan empat biji pempek sepeda," katanya. "Lumayan untuk mengganjal perut sebelum menjalani seleksi lanjutan.”

Kesedihan yang lebih mendalam berlanjut di hari kedua, Minggu, 29 Mei 2011. Ketika itu, meskipun sebelum berangkat sempat sarapan sepiring mi, dia tidak memegang uang sama sekali. “Terpaksa tak bisa makan siang. Saya sebenarnya sempat minta sama ibu, tapi tidak diberi. Mungkin ibu lagi tidak ada uang," ujar Putra terisak sembari mengaku bisa memaklumi kondisi ibunya yang hanya tukang cuci dan ayah yang sudah meninggal.

Putra terpilih dan bergabung dengan pemain berbakat dari sembilan kota lainnya, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Semarang, Malang, Makassar, Balikpapan, dan Bali. Ia mencoba untuk kembali mengingat awal keikusertaannya di ajang MJC 2011. ”Awalnya, setiap kota dipilih enam pemain berbakat. Selanjutnya, total 60 pemain menjalani seleksi nasional di Bali pada 18-21 Juni dan Jakarta 3-17 Juli lalu. Kemudian disaring kembali menjadi 18 pemain orang, termasuk saya,” kata Putra.

Keberhasilan Putra tak lepas dari dorongan orang tua tunggalnya, Juairia. Ia sangat bangga akan prestasi anaknya yang ia sebut sebagai mukjizat dari yang Mahakuasa. Lantaran selama ini Putra bermain bola tidak diikuti dengan kemampuan keuangan orang tuanya untuk membiayai setiap kebutuhan seorang siswa sekolah sepak bola. “Sekolah bola keinginan dia sendiri, biaya pun ia sendiri yang mencarinya," ujar Juairia.

Putra mengamini apa yang disampaikan ibundanya itu. Menurut Putra, untuk membiayai keperluan sehari-hari, seperti sekolah di SMPN 6 dan Sekolah Sepak Bola Pusri, ia terpaksa menjadi penjual koran keliling dari lorong ke lorong. Hingga saat ini, rutinitas itu masih dilakoni Putra sebelum berangkat ke sekolah.

Bola memang sudah begitu akrab dalam kehidupan Putra. Hampir seluruh pemain Sriwijaya FC, klub kebanggaan warga Sum-Sel, kenal dengan Putra. Keakraban itu terjalin lantaran Putra merupakan salah satu anak gawang ketika SFC tengah menggelar latihan. Selain itu, tempat tinggalnya yang hanya berjarak kurang dari 100 meter dari mess pemain SFC, menjadikannya kerap menjadi teman bergurau bagi seluruh pemain SFC.

Ini adalah tahun kedua MJC digelar di Indonesia. Sebelumnya, The All Star MJC Indonesia sukses menjuarai Milan Junior Camp Day Tournament setelah sukses menaklukkan pemain gabungan Italia di bawah bendera ASTI dengan skor 1-0. Saat itu, pemain berbakat asal Bali, I Putu Angga Eka, didaulat sebagai pemain terbaik, sementara Eriyanto sebagai kapten terbaik.

PARLIZA HENDRAWAN

Jumat, 09 September 2011

Hebat! Umur 19 Tahun Raih Sudah Jadi Sarjana Kedokteran

Republika - 6 jam yang lalu

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) Farah Ekawati Mulyadi berhasil meraih gelar sarjana kedokteran (SKed) dalam usia 19 tahun. Farah menjadi alumni kedokteran termuda yang meraih gelar sarjana kedokterannya.
"Alhamdulillah sudah selesai sarjana kedokterannya," ujar Farah tadi malam. Farah menjadi wisudawan termuda pada acara wisuda sarjana Unhas yang digelar di Baruga AP Pettarani, Unhas, Tamalarea, Makassar, Kamis (8/9/2011).

Farah mulai masuk sekolah tingkat sekolah sejak umur lima tahun dengan menyelesaikan sekolah selama enam tahun. "Waktu SMP saya ikut kelas akselari di SMP 6 Makassar jadi di SMP cuma dua tahun," tambahnya. Selanjutnya lanjut SMA di SMA 17 Makassar.
Farah kemudian lulus di Fakultas Kedokteran Unhas dan mampu menyelesaikan kuliah selama tiga tahun untuk mendapatkan gelar sarjana kedokteran.

Menjadi mahasiswa fakultas kedokteran bukan berarti selalu belajar terus. Ia mengaku tidak ada hal yang istimewa yang dia lakukan dalam jadwal belajarnya. Ia juga melakukan aktivitas keseharianya sama dengan mahasiswa lainya. "Aktivitas belajarnya biasa-biasa-ji. Paling kalau ada waktu jalan-jalan ke Mall. Cara belajarnya juga santai," ujarnya.

Selain mendapat predikat lulusan termuda, Farah juga berhasil lulus dengan IPK yang cukup tinggi yakni 3,72 dengan lama studi tiga tahun. Setelah menyelesaikan gelar sarjana kedokterannya, ia kemudian akan melanjutkan coast selama dua tahun.
Ke depan Farah berharap bisa lanjut ke pendidikan dokter spesialis. "Ke depan harapannya bisa lanjut ambil spesialis penyakit dalam atau spesialis anak," katanya.

Dengan Becak, Sekolahkan Anak Hingga Jadi Dokter

Liputan6.com, Sleman: Seperti biasa, setiap pagi, Suyatno selalu mengayuh becaknya di antara keramaian jalan di Kota Yogyakarta. Profesi ini sudah ditekuni warga Terban, Yogyakarta, itu sejak 1975 silam untuk menyambung hidup sehari-hari. Sementara istri Suyatno, Saniyem, membantu menambah penghasilan keluarga dengan menjadi pemulung barang-barang bekas di rumah sakit.

Namun, Selasa (8/9) pagi, Suyatno tak mangkal di depan sebuah hotel untuk mencari penumpang seperti biasanya. Sebab, bapak empat anak ini mendapat undangan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan orangtua mahasiswa di kampus tersebut.

Dengan mengayuhkan becaknya, Suyatno datang ke kampus UGM. Kehadirannya langsung disambut pihak penyelenggara dengan memintanya duduk di kursi barisan depan. Dirinya diminta maju dan menceritakan pengalaman mengkuliahkan anaknya di UGM yang kini sudah menjadi dokter.

Saat ini, Suyatno mengaku sudah bisa tersenyum lega dan menjalani hari tuanya dengan tenang karena anak-anaknya sudah bisa mandiri. Si bungsu, Agung Bhaktiar, kini tengah menjalani program magang di Rumah Sakit Umum Daerah Kulonprogo setelah menyandang gelar dokter dari UGM.(BOG)

Rabu, 17 Agustus 2011

John Lie: Menyelundupkan Senjata untuk Republik

John Lie: Menyelundupkan Senjata untuk Republik




Matahari baru saja terbenam saat sebuah kapal hitam menyelinap keluar dari pelabuhan kecil di Phuket, Thailand. Kapal motor berwarna hitam itu tak menyalakan lampu. Di buritannya berkibar bendera Merah Putih.

Di belakang kemudi, berdiri kapten kapal John Lie. Siapakah dia?

John Lie adalah sosok legendaris dalam organisasi penyelundup senjata yang terentang dari Filipina sampai India. Jaringan ini punya kantor rahasia di Manila, Singapura, Penang, Bangkok, Rangon dan New Delhi.

Untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia yang masih sangat muda, kepemilikan senjata api adalah hal mutlak. Bahkan dalam perjanjian gencatan senjata Agresi Militer Belanda I,  Perdana Menteri Hatta menegaskan bahwa gencatan senjata tidak termasuk impor dan ekspor senjata oleh Republik.

Belanda tetap memberlakukan blokade terhadap Indonesia dalam rangka menghalangi kemerdekaan bekas jajahannya. Menyiasatinya, senjata diperjualbelikan dengan menembus blokade Belanda itu. Dari sanalah karier penyelundup John Lie mencapai puncaknya. Meskipun Republik muda itu tak punya dana, Lie berhasil mendapatkan senjata dengan cara barter dengan hasil bumi.

Menurut buku “The Indonesian Revolution and The Singaporean Connection”, harga senjata bervariasi. Tahun 1948, penyelundup menjual dua karabin dan ribuan magasin dengan bayaran satu ton teh. Satu senapan mesin dan ribuan magasin dihargai 2,5 ton teh, enam ton teh bisa digunakan untuk membeli enam senjata anti pesawat udara beserta ribuan magasinnya.

John Lie adalah legenda. Menurut laporan majalah Life yang terbit pada 26 September 1949,  kapal Lie yang panjangnya 110 kaki (34 meter) selalu lolos dari patroli Belanda. Mengingat kapal itu tak dilengkapi senjata, meloloskan diri bukan perkara mudah. Kapal kerap dikejar sepanjang Selat Malaka, tak jarang dibombardir dengan peluru dan bom. Empat kapal lain yang sejenis telah dihancurkan Belanda.


Kapten Lie yang saat itu berusia 39 tahun, punya siasat. Kapal hitam dengan nomor registrasi PPB 58 LB itu disembunyikannya di teluk-teluk kecil sepanjang Sumatera dengan ditutupi dedaunan. Lie dan krunya lalu menunggu dalam diam hingga kapal dan pesawat Belanda menghentikan pencariannya.

Lie bergerak dengan bantuan belasan krunya, semuanya anak muda dengan usia rata-rata 21 tahun. Mereka bekerja tanpa dibayar demi patriotisme kepada Republik Indonesia. Mereka bolak -balik membeli senjata, dan menukarnya dengan hasil bumi, seperti teh, karet dan kopi.

John Lie adalah penganut Kristen yang taat. Dalam misinya dia selalu membawa dua Injil. Satu berbahasa Inggris dan satu Belanda. Meski demikian dia tak pilih-pilih; sering juga dia memasok senjata bagi para pejuang Muslim di Aceh.

Kepada wartawan majalah Life, Roy Rowan, Lie menyatakan sumpahnya "menjalankan kapal ini untuk Tuhan, negara dan kemanusiaan."  Cita-citanya hanya satu: mengubah Indonesia yang saat itu adalah hutan belantara, menjadi taman surga. Menurutnya, tugas mengubah Indonesia menjadi surga adalah takdir Tuhan untuknya.

Pada Desember 1966 Lie mengakhiri kariernya di TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir Laksamana Muda. Sebelum itu, pada Agustus 1966 dia mengganti nama menjadi Jahja Daniel Dharma. Lie meninggal karena sakit pada 27 Agustus 1988.

Tahun 2009, 21 tahun setelah kematiannya, John Lie dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Gelar pahlawan nasional pertama bagi pejuang keturunan Cina.

Indonesia17: Delapan Kebanggaan Bangsa


Indonesia17: Delapan Kebanggaan Bangsa

Pilihan Pembaca Yahoo! Indonesia

Indonesia17 adalah cara kita merayakan kemerdekaan Indonesia dengan memberikan penghargaan bagi mereka yang telah membuat perbedaan — baik dengan bekerja sendirian maupun berkelompok. Karena, negeri ini tak akan maju tanpa usaha anak-anak bangsanya.

Melewati voting ketat, terpilihlah delapan kebanggaan Indonesia pilihan pembaca Yahoo! Indonesia.

Kategori Internet:  Senayan Developer Community  (684 suara dari total 1856 pemilih)
Komunitas ini membuat Senayan Library Management System atau SLiMS. Ini adalah piranti lunak yang digunakan untuk manajemen perpustakaan. Setiap orang dijamin bebas menggunakan, memodifikasi dan mendistribusikan perangkat ini.

Piranti ini membuat pekerjaan pustakawan menjadi mudah, dengan cara yang murah. Dikembangkan untuk otomatisasi perpustakaan, kini aplikasi ini sudah bisa digunakan pada perpustakaan digital. Setidaknya sudah 211 perpustakaan yang menggunakannya.

Nominasi: 
Diki Andeas, pencipta komik dan buku Chickenstrip (551 suara)
Himawan Nugroho, penggagas komunitas jejaring profesional Project Avatar (621 suara)

Kategori Olahraga: 
 Tim Seven Summit Expedition Mahitala Universitas Katholik Parahyangan (1221 dari 2764 pemilih)
Tim ini berhasil mengibarkan bendera merah putih di tujuh puncak tertinggi dunia. Keberhasilan ini adalah pertama kalinya untuk Indonesia. Mereka adalah Sofyan Arif Fesa, Xaverius Frans, Broery Andrew dan Janatan Ginting.

Ekspedisi mereka dimulai dari Puncak Carstenz di Indonesia, pada 26 Februari 2009. Selanjutnya mereka menaklukkan Kilimanjaro di Kenya, Elbrus di Rusia, Vinson di Antartika, Ancocagua di Argentina, Puncak Gunung Everest di Nepal. Terakhir, Puncak Denali, Alaska.

Nominasi:
Atlet olimpiade orang cacat Setiyo Budihartanto (775 suara)
Pembalap Rio Haryanto (768 suara)

Kategori Seni dan Budaya: 
Jecko Siompo (934 suara dari total 2618 pemilih)
Jeck Kurniawan Siompo Pui lahir di Jayapura, Papua pada 1975. Tradisi tari lokal dari aneka suku di Indonesia menjadi inspirasi terbesar karya-karya Jecko. Dia menyebut gaya khasnya sebagai animal pop, percampuran tari modern dengan gerakan tradisional yang terinspirasi tingkah laku hewan.

Jecko Siompo belajar tari di Institut Kesenian Jakarta, serta pernah mempelajari hip-hop di Portland, Maine, Amerika Serikat, dan di Jerman. Karya terbarunya berjudul We Came From The East. Selanjutnya tarian ini akan dibawa berkeliling ke Australia, Singapura, Hamburg serta Berlin.

Nominasi:
Perupa Eko Nugroho (764 suara)
Pendiri Jogja Hip Hop Foundation Marzuki Mohammad (920 suara)

Kategori Ilmu:  Maizidah Salas (668 suara dari total 1640 pemilih)
Maizidah adalah mantan TKW yang pernah disia-siakan dan tak digaji di Taiwan. Sepulang dari Taiwan, dia bertekad untuk memperjuangkan nasib para buruh. Dia kuliah sambil bekerja, lalu bergabung dalam Serikat Buruh Migran Indonesia untuk membantu sesama TKI yang tertindas.

Perempuan kelahiran Wonosobo, 10 Februari 1976 ini membagi ilmunya dengan mendatangi para calon TKI yang tinggal di pelosok Wonosobo. Dia juga membuka sekolah gratis di kampungnya untuk menanmpung anak-anak TKI yang tak terurus.

Nominasi:
Arsitek Komunitas, kumpulan arsitek yang mendampingi warga di komunitasnya. (531 suara)
Zessi Faly, aktivis amal yang menyalurkan bantuan pada anak kurang mampu. (441 suara)

Kategori Sains: Tim Mesin ITS (956 suara dari total 1738 pemilih)
Tim Mesin Institut Teknologi 10 November merancang mobil irit bahan bakar bernama Sapuangin 3, 4, dan 5. Mobil inimendapatkan penghargaan internasional, berupa juara 1 dan 3 kategori Urban Concept Internal Combustion Engine pada Shell Eco Marathon Asia 2011. Tim ini juga menjadi pemenang pertama kategori yang sama pada 2010.

Mesin mobil yang dipakai adalah karya mereka sendiri yang diberi nama Paijo Experiment 2, dengan sistem ECU bernama IQU-TECH. Kemenangan ini membuktikan bahwa Indonesia juga mampu bersaing meski tak punya alat sebagus negara lain, misalnya Jepang dan Cina.

Nominasi:
JJ Rizal, sejarawan. (215 suara)
Haryo Sumowidagdo, fisikawan Indonesia yang bekerja di Lembaga Riset Nuklir Eropa. (956 suara)

Kategori Kata: Asma Nadia
 (1505 suara dari total 2536 pemilih)
Asma Nadia adalah penulis produktif yang telah menghasilkan lebih dari 50 buku. Perempuan kelahiran 26 Maret 1972 ini juga mengembangkan Rumah Baca Asma Nadia, perpustakaan yang menyediakan bacaan dan kegiatan yang mendidik anak-anak kurang mampu. Perpustakaan ini, bekerjasama dengan relawan di daerah, tersebar di berbagai penjuru tanah air dari Jakarta, Riau, sampai Tenggarong.

Perempuan bernama asli Asmarani Rosalba ini tak hanya menulis tapi juga mendorong para perempuan untuk membaca, dan menulis. Beberapa penghargaan diraih Asma Nadia, antara lain Adikarya Ikapi Award tahun 2000, 2001 dan 2005. Karyanya yang berjudul Emak Ingin Naik Haji sudah difilmkan.

Nominasi:
Ivan Lanin, aktivis bahasa Indonesia di internet. (586 suara)
Ahmad Yunus, jurnalis yang keliling Indonesia dengan motor. (445 suara)

Kategori Bisnis: Dharsono Hartono 
(1048 suara dari total 1893 pemilih)
Melestarikan lingkungan bukan hanya pekerjaan amal. Dharsono berusaha membuktikan bahwa konservasi lingkungan bisa dijual dan menghasilkan uang. Dia bersama teman-temannya mendirikan PT Rimba Makmur Utama yang menggarap konservasi hutan gambut Katingan di Kalimantan Tengah.

Dharsono baru akan menerima bayaran jika emisi karbon dioksida berkurang. Jika tidak, dia tak akan diberi insentif. Hingga akhir 2010, 220 ribu hektar lahan yang digarapnya telah memakan biaya konservasi milyaran rupiah.

Nominasi:
Adi Panuntun, pendiri PT Sembilan Matahari, perusahaan kreatif. (379 suara)
Donny Pramono, pendiri waralaba Sour Sally, yoghurt beku Indonesia yang go internasional. (466 suara)

Kategori Hijau: Greeneration (855 pemilih dari 1708 suara)
Greeneration adalah kumpulan anak muda yang peduli pada sekitarnya. Berdiri di Bandung pada 24 Juli 2005, Greeneration memiliki program pengelolaan sampah, kecukupan air, hemat energi dan langit cerah. Termasuk jaringan pemeta hijau, Greeneration membuat peta hijau tematik persampahan di 30 kecamatan.

Sebagai perusahaan, Greeneration memasarkan produk tas berbahan dasar nylon. Tas ini diharapkan dapat menjadi pengganti kantung kresek demi pengurangan sampah plastik. Hasil penjualan tas digunakan untuk membiayai program lain, yakni manajemen sampah.

Nominasi:
Annisa Hasanah, pencipta Ecomonopoly yang mengajarkan cinta alam pada anak. (535 suara)
Henny Cecilia Rolan, aktivis pendaur ulang sampah. (318 suara)


Tujuan acara ini adalah untuk menunjukkan bahwa masih banyak hal yang bisa dibanggakan dari negara kita. Indonesia tak cuma korupsi, tak cuma kemiskinan, tak cuma kerusuhan. Masih ada banyak hal positif yang bisa dibanggakan, karenanya, masih ada harapan untuk menjadikan tanah air tercinta kita menjadi lebih baik.
Selain secara online, Indonesia17 juga dirayakan secara offline. Perayaan serentak dilakukan oleh 30 komunitas di 25 kota melalui buka puasa bersama pada tanggal 16 Agustus 2011.

Indonesia17 dimulai dengan nominasi dari pembaca. Mulanya kami tak menyangka sambutan pembaca sedemikian meriah. Puluhan nominasi datang setiap harinya, hingga mencapai 500 nominasi selama kurang dari dua pekan.

Rupanya masih banyak sekali orang-orang hebat di luar sana yang memberikan inspirasi bagi orang lain. Mereka yang tak mengeluh, tak hanya memaki, namun langsung bertindak untuk membuat perubahan bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Ratusan rekomendasi ini kami mampatkan menjadi 24 nominasi pada 8 kategori. Pembaca Yahoo mengirimkan nominasinya, para akhirnya mereka juga memilih yang terbaik dengan cara voting.

Jika pilihan Anda tak masuk, jangan khawatir. Kerja keras mereka tetap memberikan inspirasi pada kita untuk bekerja dan berkarya demi kemajuan Indonesia. Seperti kata Chairil Anwar, "karena kerja belum selesai, belum apa-apa".

Selasa, 16 Agustus 2011

Profil Singkat 6 Calon Pemain Naturalisasi

Profil Singkat 6 Calon Pemain Naturalisasi


​Proses naturalisasi enam pemain asing akan segera selesai dalam waktu dekat ini. Sebanyak empat pemain berasal dari Belanda yang mempunyai garis keturunan Indonesia, sedangkan dua pemain adalah pesepakbola yang bermain di Liga Indonesia.
Menurut Mantan Deputi Teknik Badan Tim nasional, Iman Arif, proses naturalisasi keenam pemain sudah hampir selesai tinggal menunggu Keppres dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah semua proses selesai, mereka akan disumpah oleh Menteri Kehakiman dan HAM seperti beberapa pemain naturalisasi lainnya. Setelah resmi jadi WNI, para pemain bisa memperkuat Timnas Senior maupun Timnas U-23 tergantung keputusan pelatih.


Berikut Profil singkat para pemain itu.


Sergio van Dijk

Sergio van Dijk adalah pesepakbola asal Belanda yang kini bermain di Liga Australia bersama Adelaide United. Pemain kelahiran Aasen, Belanda 6 Agustus 1982 itu menjadi pemain yang pertama diperkenalkan untuk dinaturalisasi.
Sergio yang memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya itu mengaku bersedia memperkuat tim nasional Indonesia. Pada awalnya, Van Dijk tidak mau melepas kewarganegaraan Belanda secara permanen, tapi akhirnya dia rela melepas kewarganegaraan Belanda dan berganti menjadi warga negara Indonesia.



Jhon van Beukering
Profil Singkat 6 Calon Pemain Naturalisasi
van Beukering lahir di Velp, Belanda 29 September 1983. Saat ini, van Beukering bermain bagi klub CS Vise di Belgia karena kecewa dengan ketidakpastian Liga Indonesia. Sebelumnya van Beukering sudah mengikat kontrak selama tiga tahun bersama Pelita Jaya.
van Beukering mengawali karirnya di Vitesse tahun 2000-2004 sebelum akhirnya dipinjamkan ke FC Zwolle tahun 2002-2003. Pada tahun 2004-2007, van Beukering resmi pindah ke De Graafschap yang membawanya menjadi pemain terbaik di klub tersebut. Beberapa kali Beukering berpindah klub, mulai dari NEC, Go Ahead Eagles, Feyenord, dan CS Vise.
Beukering sebenarnya sempat diundang memperkuat Indonesia saat menghadapi Uruguay beberapa waktu lalu. Namun karena belum memegang paspor Indonesia, PSSI akhirnya membatalkan kedatangannya.


Tonnie Cusell Lilipaly


Belum banyak orang yang tahu siapa Tonnie Cusell Lilipaly. Dia adalah sepupu dari Stefano Lilipaly yang kini bermain di FC Hilversum yang berlaga di Topklasse, Liga ketiga di bawah Eredivisie dan Eerste Divisie.
Dia lahir 4 Februari 1983 dan sudah memperkuat berbagai klub di Belanda baik di liga utama maupun liga kedua. Perjalanan karir sejak remaja dari Vitesse Arnhem, RKC Waalwijk, FC Twente, AFC Amsterdam dan terakhir di FC Hilversum.
Menurut pengamatan Radio Nederland, Tonnie Cusell Lilipaly memiliki kecepatan yang bagus dan passing yang matang. Tidak jarang pula dia melesakkan gol dari kiri pertahanan lawan. Walau tubuhnya tidak terlalu tinggi dibanding rata-rata pemain Belanda, tapi skill penguasaan bola cukup bagus.
Bagi Ton, panggilan akrabnya, Indonesia bukan negara yang asing. Dia sudah pernah berlibur ke Bali. Dia sangat menyukai makanan dan keakraban orang Indonesia. Kepada Radio Nederland, Ton menuturkan sudah ada pendekatan dengan beberapa klub di Indonesia tanpa membeberkan nama.



















Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly adalah pemain kelahiran Arnhem, Belanda, 10 Januari 1990. Dia memiliki darah Indonesia dari sang ayah Ron Lilipaly yang berasal dari Maluku. Sedangkan ibunya Adriana adalah warga negara Belanda. Dia pernah datang ke Indonesia untuk mengikuti seleksi timnas U-23 yang saat itu masih dilatih Alfred Riedl.
Dia pernah mewakili Belanda U-15 hingga U-18, namun berkeinginan membela timnas senior Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai gelandang serang.
Stefano sudah mulai bermain sepak bola sejak umur 7 tahun di klub amatir DCG. Dia sempat pindah ke tim junior AZ Alkmaar sebelum bergabung dengan tim junior FC Utrecht.


Victor Igbonefo

Victor Igbonefo sudah tidak asing lagi buat para pecinta Liga Indonesia. Pemain kelahiran Nigeria 10 Oktober 1985 ini sudah memperkuat Persipura sejak tahun 2005 dan menjadi andalan tim Mutiara Hitam tersebut.
Igbonefo memulai karir di klub lokal Nigeria Nigerdock Soccer Academy dan First Bank FC Lagos. Bek berpostur 186 cm ini sudah menetap di Indonesia selama lima tahun dan ia bersedia untuk dinaturalisasi menjadi WNI.


Greg Nwokolo

Greg adalah pemain kelahiran Nigeria, 3 Januari 1985 ini sudah akrab dengan kondisi sepakbola Indonesia. Dia memulai karirnya di klub Singapura Tampines Rovers FC 2004. Setelah semusim, Greg kemudian pindah ke Young Lions.
Greg memulai karir di Indonesia pada tahun 2004 bersama Persijatim Solo FC. Namun, ia memutuskan balik ke Singapura dan bergabung bersama Young Lions FC dan Singapore Armed Force.
Pada tahun 2009, Greg memutuskan bermain di Liga portugal bersama S.C. Oihanense. Setelah semusim, dirinya kembali bermain di Indonesia bersama Persija. Penampilan cemerlang Greg membuat BTN ingin menaturalisasi dirinya untuk bermain di Timnas Indonesia.

(berbagai sumber)

Minggu, 24 Juli 2011

Terjemahan Bahasa Indonesia & Malaysia, Kocak!

Terjemahan Bahasa Indonesia & Malaysia, Kocak!
* INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
* MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh (Menteri kurang ajar ini suka main Tuduh Menuduh)

* INDONESIA : Kementerian Agama
* MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa (yakin nih tak berdosa ?)

* INDONESIA : Angkatan Darat
* MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi (aduuh capek banget kayak gak ada kerjaan lain)

* INDONESIA : Angkatan Udara
* MALAYSIA : Laskar Angin-Angin (merasa kepanasan)

* INDONESIA : ‘Pasukaaan bubar jalan !!!’
* MALAYSIA : ‘Pasukaaan cerai berai !!!’……(Oh my goshhhh)

* INDONESIA : Merayap
* MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( Jangan gila dong..itu istrinya Pak Mi)

* INDONESIA : rumah sakit bersalin
* MALAYSIA : hospital korban lelaki ( bener juga sih….) Ha………ha.

* INDONESIA : telepon selular
* MALAYSIA : talipon bimbit

* INDONESIA : Pasukan terjun payung
* MALAYSIA : Aska begayut (bergayut di lengan yg kokohhhhhhhh …..kaleee)

* INDONESIA : belok kiri, belok kanan
* MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan ( Migrant..kaleee )

* INDONESIA : Departemen Pertanian
* MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( yuu marie….)

* INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
* MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah

* INDONESIA : gratis bicara 30menit
* MALAYSIA : percuma berbual 30minit (suka berbohong?)

* INDONESIA : tidak bisa
* MALAYSIA : tak boleh

* INDONESIA : WC
* MALAYSIA : tandas

* INDONESIA : Satpam/sekuriti
* MALAYSIA : Penunggu Maling (keekkekeke…maling doank yang ditungguin)

* INDONESIA : Aduk
* MALAYSIA : Kacau (ribet yaaah)

* INDONESIA : Di aduk hingga merata
* MALAYSIA : kacaukan tuk datar (jangan dikacaukan tuk tegak wakakaka)

* INDONESIA : 7 putaran
* MALAYSIA : 7 pusingan

* INDONESIA : Imut-imut
* MALAYSIA : Comel benar (baah…..!)

* INDONESIA : pejabat negara
* MALAYSIA : kaki tangan Negara

* INDONESIA :bertengkar
* MALAYSIA : bertumbuk

* INDONESIA : pemerkosaan
* MALAYSIA : perogolan

* INDONESIA : Pencopet
* MALAYSIA : Penyeluk Saku (kalo ngambilnya dari tas…apa dwonkkk? penyeluk tas?)

* INDONESIA : joystick
* MALAYSIA : batang senang (dildo ?)

* INDONESIA : Tidur siang
* MALAYSIA : Petang telentang (gak boleh tengkurap?)

* INDONESIA : Air Hangat
* MALAYSIA : Air Suam

* INDONESIA : Terasi
* MALAYSIA : Belacan (hm…sama dengan bahasa melayu )

* INDONESIA : Pengacara
* MALAYSIA : Peguam

* INDONESIA : Sepatu
* MALAYSIA : Kasut (temennya kasur )

* INDONESIA : Ban
* MALAYSIA : Tayar (Tonjok….kalo bahasa Jatim)

* INDONESIA : remote
* MALAYSIA : kawalan jauh (maksudnya bodyguard jarak jauh ?)

* INDONESIA : kulkas
* MALAYSIA : peti sejuk (weleh)

* INDONESIA : chatting
* MALAYSIA : bilik berbual (wwkkwkwk..bener juga…tempat para pembual)

* INDONESIA : rusak
* MALAYSIA : tak sihat

* INDONESIA : keliling kota
* MALAYSIA : pusing pusing ke bandar (kalau sering main ke Bandar togel..abis terus duitnya)

* INDONESIA : Tank
* MALAYSIA : Kereta kebal (suntik kale..)

* INDONESIA : Kedatangan
* MALAYSIA : ketibaan

* INDONESIA : bersenang-senang
* MALAYSIA : berseronok (Kena UU pornografi lhooo…)

* INDONESIA : bioskop
* MALAYSIA : panggung wayang (hahahahah … ….)

* INDONESIA : rumah sakit jiwa
* MALAYSIA : gubuk gila (Gubug Derita …kaleee)

* INDONESIA : dokter ahli jiwa
* MALAYSIA : Dokter gila (jadi sebenernya yang gila sapa….hehehe. ..)

* INDONESIA : narkoba
* MALAYSIA : dadah (?????….byeeeeee, bubyeee, papaiii)

* INDONESIA : pintu darurat
* MALAYSIA : Pintu kecemasan (Pintu Gelisah ….)

* INDONESIA : hantu pocongkkkkkk
* MALAYSIA : hantu Bungkus ( pesen 1, bang… pakai karet merah)

* INDONESIA : Kipas Angin
* MALAYSIA : Mesin Tiup (hehe….)

Sabtu, 07 Mei 2011

Masukan Untuk Sepakbola Indonesia

.....Sekedar masukan, bahwa bangsa ini bangsa besar. Sungguh aneh jika tidak ada 11 pemain top di antara ratusan juta penduduk. Bayangkan dengan Singapura yang tidak lebih besar dari kota Jakarta. Bagaimana mencarinya, tidak susah. Cukup memantau bagaimana anak-anak remaja usia berkompetisi di tingkat nasional. Lihat bagaimana Danone Nations Cup yang membanggakan Indonesia dengan salah satu SSB-nya menjadi juara dunia. Putra-putra usia SD yang pandai mengolah kulit bundar, bekerja sama dalam bermain dan mental baja telah membuat kita bangga. Lihat juga bagaimana Hanif Sjahbandi yang berlatih di Manchester United Junior asuhan Ole Gunnar Solkjaer. Ya, sekali lagi seyogyanya pemain berbakat di negeri ini tidak hanya mereka, masih banyak jika PSSI mampu mencarinya.
detikforum
detikforum
Bukan soal gengsi, bukan juga soal anti pemain lokal. Kita lihat data mencengangkan ini. Data pemain-pemain keturunan dan berdarah Indonesia yang kini menjadi pemain super di Eropa.
Kiper:
1. Donovan Partosoebroto.
Pemain berusia 18 tahun ini kini membela tim Ajax junior.

Belakang:
2. Lucien Sahetapy.
Pemain dengan posisi bek tengah ini pada awalnya bermain di klub Groningen pada tahun 1993. lalu pindah ke tim Divisi 1 Liga Belanda, BV Veendam.
3. Raphael Tuankotta. 
Pemain muda berusia 22 tahun ini kini memperkuat BV Veendam Junior.
4. Estefan Pattinasarany. 
Pemain ini baru berusia 18 tahun dan kini masih memperkuat AZ Alkmaar Junior.
5. Michael Timisela.
Pemain ini merupakan pemaian muda berbakat yang dimiliki tim Ajax Amsterdam. Di usianya yang memasuki 20 tahun, pemain kelahiran Paramaribo, Suriname ini telah menembus masuk ke tim utama Ajax.
6. Christian Supusepa.
Pemain muda berusia 19 tahun ini, kini memperkuat tim Ajax Junior.

7. Justin Tahapary.
Pemain kelahiran 23 Mei 1985 ini sejak tahun 2004 telah memperkuat FC Eindhoven.
8. Marvin Wagimin. 
Pemain yang baru berusia 18 tahun ini masih memperkuat tim VVV-Venlo di Divisi Satu Liga Belanda.
9. Peta Toisuta.
Pemain berdarah Maluku ini kini memperkuat tim Zwolle di liga Belanda.
10. Tobias Waisapy. 
Pemain berusia 18 tahun ini kini memperkuat tim Feyenord Junior.
11. Jefrey Leiwakabessy. 
Bek kiri kelahiran Arnhem ini sejak tahun 1998 telah memperkuat NEC Nijmegen. Dan sempat mencicipi timnas junior Belanda.
12. Raymon Soeroredjo. 
Pemain kelahiran Oss 18 tahun yang lalu ini kini memperkuat tim Vitesse Junior.

13. Yoram Pesulima. 
Bek kiri kelahiran 9 Maret 1990 ini kini memperkuat tim Vitesse Junior.


Tengah:
14. Raphael Supusepa. 
Gelandang kiri yang lahir di kota Wormerveer kini memperkuat tim MVV Maastricht. Pemain jebolan Ajax ini sebelum bermain di MVV sempat bermain di tim Excelsior dan Dordrecht.
15. Levi Risamasu. 
Pemain kelahiran Nieuwerkerk ini pernah memperkuat NAC Breda selama 4 musim sebelum pindah ke tim AGOVV divisi satu Liga Belanda.
16. Marciano Kastoredjo.
Gelandang yang juga bisa berperan sebagai bek kiri ini sebelum bergabung bersama tim De Graafschap pernah bergabung bersama tim Utrecht Junior.
17. David Ririhena.
Bek ataupun gelandang kiri mampu dijalani oleh pemain yang kini memperkuat TOP Oss di divisi satu Liga Belanda.
18. Joas Siahaija. 
Gelandang tengah kelahiran Maastricht 22 tahun yang lalu ini kini memperkuat kota kelahirannya, MVV.
19. Irfan Bachdim. 
Skuad inti tim HFC Haarlem.
20. Radja Nainggolan. 
Bermain di Piacenza Primavera. Pinjaman dari tim Germinal B. di liga Belgia. > di fm 09 muncul jd rising star.

Depan:
21. Ignacio Tuhuteru. 
Pemain senior berusia 33 tahun ini kini memperkuat Go Ahead Eagles. Sebelumnya pemain jebolan Ajax Junior ini sempat malang melintang di beberapa klub seperti RBC Roosendaal, Dalian Shide China, Sembawang Singapura, Zwolle, Heerenveen, dan FC Groningen.
22. Ferdinand Katipana. 
Pemain kelahiran Amersfoort 26 tahun silam ini sebelum bergabung bersama Haarlem, sempat bergabung di tim Utrecht Junior dan Cambur Leeuwarden.

Yang ga kalah ketinggalan:
  1. Radja Nainggolan (sempet pake no.10 di Piacenza serie B italy)
  2. Irfan Bachdim (skuad junior FC Utrecht)
  3. Irvin Museng (pemain inti di tim junior FC Omniworld, ex ajax, top score danone nation cup) sekarang di pro duta fc>> harapan indonesia di masa akan dtg, asli indo neh kagak blasteran.
  4. Peta Toisuta (main di Zwolle)
  5. Gaston Salasiwa,(AZ Alkmaar junior)
  6. Jeffrey Flohr, (maen di ADO Den Haag)
  7. Noah Chaniago (main di klub Divisi III Prancis Bertram North), padang asli coy!!!
  8. Donovan Partosoebroto (kiper inti Ajax junior)>>mantep neh jd kiper timnas
  9. Lucien Sahetapy. (main Divisi1 Liga Belanda, BV Veendam)
  10. Raphael Tuankotta. (BV Veendam Junior)
  11. Estefan Pattinasarany (AZ Alkmaar Junior) siapainya rony pattinasarni neh??
  12. Michael Timisela. (tim utama Ajax) pernah liat maen di ajax…
  13. Christian Supusepa. (Ajax Junior)
  14. Justin Tahapary. (FC Eindhoven)
  15. Marvin Wagimin. (VVV-Venlo junior)
  16. Peta Toisuta. (Zwolle di liga Belanda)
  17. Tobias Waisapy (Feyenord Junior)
  18. Jefrey Leiwakabessy. (NEC Nijmegen/ timnas junior belanda)
  19. Raymon Soeroredjo. (Vitesse Junior)
  20. Yoram Pesulima. (Vitesse Junior)
  21. Raphael Supusepa. (MVV Maastricht)
  22. Levi Risamasu (NAC Breda selama 4 musim)
  23. Marciano Kastoredjo. (De Graafschap)>>> semarang bgt namanya, hahahha….
  24. David Ririhena. (TOP Oss di divisi satu Liga Belanda) >>> jadi inget nama lengkap markus horison kiper kita (markus horison ririhena) saudaraan kali yah…
  25. Joas Siahaija (MVV) >> marga batak neh..
  26. Ignacio Tuhuteru. (Go Ahead Eagles) legenda indo di belanda neh!!
  27. Ferdinand Katipana. (Haarlem)
  28. Bobby Petta (Adelaide United)
  29. Demy de Zeeuw (Az Alkmaar)
  30. Denny Landzaat (Wigan Athletic FC)
  31. Giovanni van Bronckhorst (Feyenoord Rotterdam)
  32. Jeffrey de Vischer (Aberdeen FC)
  33. Jeffrey Leiwakabessy (Allemania Aachen)
  34. Johnny Heitinga (Ajax Amsterdam)
  35. Michael Mols (Feyenoord Rotterdam)
  36. Michael Timisela (VVV Venlo)
  37. Quido Lanzaat (FC CSKA Sofia)
  38. Robin van Persie (Arsenal FC) yg ini nenek buyutnya org surabaya…
  39. Sigourney Bandjar (Excelsior Rotterdam)
  40. Phil Adam Cave (ex-Newcastle United junior)
A (U-19)
  1. Stefano Lilipaly = fc utrecht
  2. Christian Supusepa = ajax amsterdam
  3. Tim Hattu = vvv venlo
  4. Jeffrey Hen = vvv venlo
  5. Xander Houtkoop = sc Heerenveen
  6. Edinho Pattinama = nac breda
  7. Gaston Salasiwa = az alkmaar
  8. Giovanni Kasanwirjo = ajax amsterdam
  9. Raymond Soeroredjo = vitesse/agovv
  10. Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam
  11. Jordao Pattinama = feyenoord Rotterdam
  12. Abel Tamata = psv eindhoven
  13. Yael Heatubun = fortuna sittard
  14. Django Ngutra = GA eagles deventer
  15. Richie Pairun = cambuur Leeuwarden
  16. Ruben Wuarbanaran = fc Den Bosch
  17. Daniel Salakory = fc Den Bosch
  18. Govanni Wilikin = top oss
B (U-17)
  1. Anice Waisapy = vvv venlo
  2. Cayfano Latupeirissa = nec nijmegen
  3. Estefan Pattinasarany = az alkmaar
  4. Joey Latumalea = fc groningen
  5. Yoram Pesulima = vitesse/agovv
  6. Marciano Leuwol = vitesse/agovv
  7. Stevie Hattu = vvv venlo
  8. Sonny Luhukay = vvv venlo
  9. Masaro Latuheru = feyenoord rotterdam
  10. Ferd Pasaribu = fortuna sittard
  11. Jair Behoekoe Nam Radja = rkc waalwijk
  12. Marinco Hiariej = bv veendam
  13. Graham Bond = fc omniworld
C (U-15)
  1. Brandon Leiwakabessy = nec nijmegen
  2. Jordi Tatuarima = nec nijmegen
  3. Levi Raja Boean = nec nijmegen
  4. Rychto Lawalata = nec nijmegen
  5. Benjamin Roemeon = vitesse/agovv
  6. Delano Haulussy = GA eagles deventer
  7. Ricarco Malaihollo = GA eagles deventer
  8. Jordi Rakiman = cambuur leeuwarden
  9. Kevin Pairun = cambuur leeuwarden
D - E
  1. Silgio Thenu = feyenoord rotterdam D1 BVO (U-13)
  2. Niaz de Coninck = feyenoord rotterdam D1 BVO (U-13)
  3. Tom Titarsolej = psv eindhoven D3 (U-11)
  4. Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)
  5. Kevin Diks = vitesse/agovv D2 (U-12)
  6. Jerah Hukom = Vitesse/agovv D2 (U-12)
  7. Shayne Pattynama = ajax amsterdam E3 (U-10)
  8. Nathan Haurissa = fc den bosch D2 (U-12)
  9. Sereno Latuhihin = fc den bosch D3 (U-11)
Sedangkan nama-nama seperti
  • Donovan Partosoebroto sekarang menjadi asisten pelatih U-13 klub amatir HOOFDDORP, 
  • Raphael Tuankotta main di klub amatir vv Holwierde, 
  • Marvin Wagimin (klub amatir Venlosche Boys A1), 
  • Petu Toisuta (klub amatir WSV Apeldoorn), 
  • Marciano Kastoredjo (klub amatir Haaglandia Rijswijk ZH), 
  • Ignacio Tuhuteru (klub amatir ROHDA Raalte), 
  • Raphael Supusepa sudah mengundurkan diri dari MVV alasan keluarga
http://forum.bncc.net/index.php?topic=4017.0
Sedangkan yang paling populer adalah Empat anak muda Indonesia kini tengah merumput di Liga Eropa. Mereka antara lain tengah merumput di Liga Belanda dan Jerman. Anak anak muda itu antara lain :
1. Irfan Bachdim (FC Utrecht Belanda)
Irfan besar di Belanda, dia keturunan Jawa - Belanda. Sejak kecil udah dituntun untuk menjadi pemain bola proffesional oleh kedua orang tuanya. Sewaktu kecil sempat bermain di PSV Eindhoven junior, namun perkembangan anak muda yang kini berusia 18 tahun ini dinilai stagnan sehingga dipecat dari PSV. untung FC Utrecht langsung menggaetnya sampe sekarang.
Posisinya Gelandang Serang, dan kelebihannya adalah tendangan bebas.
2. Radja Nainggolan (Feyeenord Roterdam)
Radja juga senasib dengan Irfan. posisinya pemain tengah dan sayap (kalo gak salah)…
3. Irvin Musseng (Ajax Amsterdam)
Ini yang paling sensasional. baru berusia 13 tahun. Setelah menjadi Top Scorer pada piala dunia danone U-13 pemandu bakat Ajax mencium bakat pemain ini. Ia diajak untuk seleksi masuk sekolah Ajax dan lolos setelah mengalahkan ratusan anak anak lainnya dari seluruh dunia. Ia pun kini tengah merasakan bermain di klub junior Ajax yang dikenal sebagai tim junior atau sekolah sepakbola terbaik di dunia karena telah melahirkan banyak pemain berbakat seperti Van Der Sar, Seedorf, Van Basten dan lainnya. Posisi nya Striker.
4. Febrianto Wijaya (VFB Stutgart Jerman)
Bergabung karena link dari om nya di Jerman. dia mantan Kapten timnas U-17. Posisi Striker.

Juga, siapa yang tidak kenal Robin van Persie, Giovanni van Bronckhorst, John Heitinga, Wilfred Bouma, Denny Landzaat, dan Roy Makaay ? Dalam dunia sepakbola mereka adalah bintang-bintangnya Tim Oranye Belanda.
Robin van Persie adalah kapten dan striker andalan Arsenal di English Premier League, pemain kelahiran Rotterdam berwajah melayu dan seorang muallaf ini juga merupakan striker andalan Timnas Belanda. Giovanni van Bronckhorst adalah kapten Timnas Belanda yang tampil di Piala Dunia 2010 mendatang, dia pernah menjadi pemain sayap andalan Barcelona dan Arsenal, saat ini dia bermain di Feyenord. 
John Heitinga adalah bek andalan Timnas Belanda dan Everton, 
Wilfred Bouma bermain di Aston Villa, 
Denny Landzaat bermain di Feyenord, sedangkan 
Roy Makaay yang saat ini juga bermain di Feyenord, pernah menjadi mesin gol Bayern Muenchen di Bundesliga dan Champions League, serta memperoleh European Golden Boot pada musim 2002-2003, penghargaan bagi top skor di Liga Eropa.
Meski nama-nama mereka berbau kompeni, siapa sangka mereka adalah keturunan Indonesia. Di darah mereka masih mengalir darah melayu, entah dari ayah-ibu atau kakek-nenek mereka. Sisa ke-indonesia-an mereka masih terlihat jelas pada wajah melayunya Robin van Persie, wajah Ambon dan kulit sawo matangnya Giovanni van Bronckhorst, John Heitinga, Wilfred Bouma, Denny Landzaat dan Roy Makaay.
Sudah bukan barang baru jika banyak saran dan masukan untuk menasionalisasi pemain-pemain junior di atas membela tanah leluhurnya. Irfan Bachdim bahkan pernah berlatih meskipun dengan alasan kurang jelas, PSSI mencoretnya. Jadi Intinya adalah, mengapa PSSI tidak mencoba memantau sekaligus menjamin mereka berbaju timnas di masa depan bergabung bersama Syamsir Alam dkk yang kini diproyeksikan menjadi Timnas masa depan Indonesia, kita minimal bangga tentang itu. Bahwa darah-darah negeri ini telah mengalir dalam lapangan rumput eropa dan dunia. Mari kita tinjau ulang. Apakah kita malu jika mereka berbaju merah putih bermain bola di Gelora Bung Karno.
Bravo Indonesia,
Affa

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com/gosip/2010/03/09/surat-untuk-pssi/