Tampilkan postingan dengan label Selingkuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selingkuh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2011

Bercinta dengan Brondong Jadi Awet Muda? Ah Itu Mitos

Bercinta dengan Brondong Jadi Awet Muda? Ah Itu Mitos


TRIBUNNEWS.COM - Bercinta dengan pasangan yang berusia jauh lebih muda tak membuat seseorang awet muda. Bagaimana pun usia tidak bisa ditutupi dalam hal bercinta.
Masih ingat ucapan bos Playboy, Hugh Hefner mengenai rahasia stamina dan vitalitasnya? Ia mengatakan kalau 'usiamu sama seperti pasanganmu'.
Maksud Hugh, setua apapun Anda, kalau bercinta dengan pasangan yang jauh lebih muda maka keperkasaan Anda akan sama seperti pasangan yang lebih muda. Dengan kata lain, Anda akan tetap 'galak' di ranjang meski usia sudah bau tanah.
Pakar seks dari RS Siloam Kebon Jeruk, Dr. Heru Oentoeng Sp.And menjelaskan bahwa hal tersebut hanyalah mitos. Yang membuat seseorang merasa muda ketika bercinta dengan daun muda adalah sensasi yang ditimbulkan.
"Anggap saja seperti anak kecil mendapat mainan baru. Pasti senang kan. Sensasi memiliki sesuatu yang baru itu yang membuat seseorang merasa bersemangat yang oleh banyak orang diartikan dengan merasa lebih muda," jelas Heru.
Meski merasa 'lebih muda', kondisi biologis orang tersebut tetap pada usianya. Tidak bertambah muda sama sekali.
"Kemampuan bercinta tidak akan meningkat seperti yang ramai dibicarakan. Bagaimana pun umur tidak bohong, deh," kata Heru.
Malah menurut Heru itu hanya sensasi sesaat. Ketika sudah bosan, 'daun muda' itu akan serasa 'daun tua'.
"Paling beberapa saat saja pasangan akan terasa muda. Setelah terasa tua, mau diapakan? Masa cari yang muda lagi? Kan tak bisa seperti itu terus menerus," kata Heru.
Anggapan keliru seperti ini memicu banyak orang, baik pria maupun wanita, yang mencari kepuasan seksual dengan pasangan yang lebih muda. Bahkan tak jarang mereka mencari pasangan yang masih perawan/perjaka.
"Akibatnya bisa banyak perselingkuhan. Atau malah bertambahnya kasus penyakit menular seksual," imbuh Heru.
Kalaupun ada hal yang membuat seseorang tetap lihai bercinta di usia tua, bisa jadi karena orang tersebut rajin menjaga kesehatan tubuhnya. Misalnya dengan menjaga pola makan atau rutin berolahraga.
"Kalau hal tersebut dilakukan dengan benar, masih masuk akal deh jika seorang kakek berusia 86 tahun seperti Hugh Hefner masih kuat meladeni wanita muda," imbuh Heru.

Rabu, 24 Agustus 2011

Kenapa Perselingkuhan Terjadi? Ini Penyebabnya


Menurut psikolog Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, cinta bukanlah pengikat pernikahan. Cinta hanyalah faktor yang bisa menarik seseorang untuk memutuskan berpasangan.
“Cinta paling lama bertahan tiga tahun, lalu hilang. Sisanya adalah komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab,” ujar Prof Sarlito, saat peluncuran buku Mencegah Selingkuh dan Cerai karya sosiolog Dra Hartati Nurwijaya di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Minggu (14/8/2011) lalu.
Salah satu penyebab retaknya rumah tangga menurut Prof Sarlito adalah perselingkuhan. Perselingkuhan itu sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti: kemajuan teknologi, workaholic, dan sifat posesif.
Kemajuan teknologi
Teknologi bukan hal yang menjadi asal-usul perselingkuhan, namun bisa memicu perselingkuhan. Ketakutan bahwa kemajuan teknologi bisa membuat pasangan selingkuh, bisa membuat seseorang melanggar privasi pasangannya. Misalnya, membuka e-mail, SMS, atau situs jejaring sosial pasangan, bahkan minta password segala. Kebiasaan inilah yang menurut Prof Sarlito kerap memicu pertengkaran.
“Beri kepercayaan pada pasangan untuk punya wilayah privasinya sendiri. Kalau ternyata dia selingkuh, itu bisa diurus belakangan. Intinya jangan cari-cari masalah,” jelas Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia yang mendalami Psikologi Sosial ini.
Bagaimanapun, teknologi akan mempermudah pekerjaan dan kehidupan seseorang. Jadi, pasangan pun berhak menikmatinya.
Workaholic
Bila salah satu atau kedua pihak terlalu asyik dengan pekerjaan masing-masing, perlahan-lahan bisa menghilangkan kesetiaan. Jika workaholic tidak diselingi dengan kencan berdua, misalnya, akan sulit bagi pasangan untuk bertahan. Hubungan pernikahan akan terasa hambar dan terasa sama saja dengan rutinitas hidup yang lain. Rasa hambar ini kelak akan berujung pada keinginan untuk mencari “selingan”. Siapa yang menjadi "selingan" tersebut? Kemungkinan besar adalah rekan kerja, partner bisnis, atau siapapun yang biasa Anda jumpai saat bekerja atau beraktivitas.
Sifat posesif
Orang yang selalu menginginkan pasangan berperilaku sesuai dengan keinginannya cenderung membuat pasangan menjadi bosan. Kehidupan rumah tangga pun menjadi kaku karena pasangan selalu merasa diawasi dan akhirnya merasa terkekang.
Contohnya masalah cemburu. Cemburu yang berlebihan bisa memberi penghakiman yang terlalu cepat kepada pasangan, padahal perselingkuhan belum tentu terjadi. Kemarahan yang tidak memiliki alasan kuat justru akan menambah keretakan hubungan. Karena sifat manusia cenderung selalu memilih yang lebih baik, jangan sampai ulah Anda yang pencemburu atau posesif mendorong pasangan mencari orang lain.
“Jangan bermimpi mengubah seseorang, tapi ubah dulu diri Anda, maka pasangan akan mengikuti,” tukasnya.