Tampilkan postingan dengan label Kesehatan mulut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan mulut. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2011

Minum Air Delapan Gelas Sehari? Itu Omong Kosong!

TRIBUNNEWS.COM - Klaim minum air minimal delapan gelas sehari disebut sebagai propaganda komersil bagi produk air mineral. Sebuah hasil penelitian membantah minum delapan gelas sehari dapat membantu mencegah kerusakan ginjal, menurunkan berat badan dan meningkatkan konsentrasi.
Sejumlah ahli kesehatan di Inggris baru-baru ini memperingatkan bahwa minum delapan gelas air sehari adalah pepatah keliru dan bahkan mungkin bisa membahayakan. Mereka bahkan berani menyatakan, klaim ilmiah di dalam anjuran tersebut ini hanyalah “omong kosong”.
Di Inggris, National Health Services (NHS) bersama dengan dokter terkemuka dan ahli gizi telah lama menyarankan masyarakat agar minum sekitar 1,2 liter air per hari untuk menjaga kesehatan.
Namun, sebuah laporan terbaru yang ditulis dalam British Medical Journal menjelaskan bahwa ancaman akan dehidrasi adalah suatu ‘mitos’ dan mengatakan sejauh ini tak ada bukti di balik klaim bahwa minum banyak air dapat mencegah beberapa masalah kesehatan.
Seorang dokter di Glasgow, Margaret McCartney, dalam jurnal itu mengatakan bahwa anjuran dalam website NHS agar minum enam sampai delapan gelas sehari tidak hanya sebuah omong kosong, tapi juga memalukan.
Dia menambahkan bahwa manfaat dari banyak minum air sering dibesar-besarkan dan ditumpangi kepentingan, misalnya dari perusahaan air dalam kemasan.
Dalam BMJ, Dr McCartney juga menekankan bahwa penelitian menunjukkan bahwa minum air ketika tidak merasa haus justru dapat mengganggu dan bukannya meningkatkan konsentrasi. Bukti-bukti lain juga menunjukkan bahwa zat kimia yang pembunuh kuman ditemukan dalam air kemasan bisa berakibat buruk bagi kesehatan.
Minum dalam jumlah yang berlebihan juga dapat menyebabkan kurang tidur karena seseorang harus bangun di malam hari untuk pergi ke toilet. Studi lain menunjukkan, bahkan dapat menyebabkan kerusakan ginjal, bukan mencegahnya.
Dr McCartney juga memperingatkan bahwa minum terlalu banyak air dapat menyebabkan kondisi yang jarang namun berpotensi fatal yang disebut hiponatremia. Kondisi ini yang membuat kadar garam dalam tubuh menurun dan dapat menyebabkan pembengkakan otak.
Pada tahun 2003, aktor Anthony Andrews jatuh sakit karena minum air terlalu banyak selama berlatih peran.
Dokter lain yang dikutip dalam artikel tersebut menambahkan, tidak ada dasar yang cukup untuk mengklaim bahwa air dapat membantu menurunkan berat badan dengan menekan nafsu makan.
Profesor Stanley Goldfarb, seorang ahli metabolisme dari University of Pennsylvania di AS, mengatakan: “Bukti saat ini menyatakan bahwa memang tidak ada bukti. Jika anak-anak minum lebih banyak air daripada mendapatkan kalori ekstra dari soda, itu bagus. Tetapi tidak ada bukti bahwa minum air sebelum makan mengurangi selera saat makan.”
Sekitar 2.06 miliar liter air dalam kemasan laku dijual di Inggris pada tahun lalu. Angka ini naik dibandingkan tahun 2000 yang hanya mencapai  1.42 miliar liter.

Yuk Kenali 3 Mitos Seputar Obat Kumur

TRIBUNNEWS.COM - Berkumur sehabis menggosok gigi dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan gusi. Namun, itu hanya tercapai apabila Anda paham bagaimana cara menggunakannya dengan benar.
Menurut Dr Euan Swan dari Canadian Dental Association, Ottawa, manfaat yang diperoleh dari penggunaan cairan untuk berkumur atau mouthwash bergantung pada tipe produk yang Anda gunakan. Selain itu, penting bagi Anda untuk tidak terpengaruh berbagai kabar yang beredar seputar penggunaan mouthwash.

1. Semua jenis mouthwash baik untuk kesehatan
Ada baiknya Anda memilih jenis mouthwash yang tidak banyak mengandung alkohol, karena ini akan menyebabkan mulut jadi kering. Selain itu, mouthwash yang tinggi kadar alkoholnya juga dapat merusak jaringan di dalam mulut. "Pada sebagian orang, alkohol dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif," kata Dr Lewis West, dokter gigi dari Toronto.
Pilihan mouthwash yang bebas alkohol bisa dijadikan alternatif, namun bahan-bahan lain di dalamnya juga dapat menimbulkan efek samping. Mouthwash dengan kandungan chlorhexidine misalnya, tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang karena dapat menghilangkan kemampuan indra pencecap Anda, serta berbahaya bila tertelan.


2. Mouthwash menghilangkan bau mulut
Aroma tidak sedap dari mulut memang akan hilang setelah berkumur, tapi sebenarnya efeknya hanya sebentar. Apalagi bila yang Anda gunakan adalah cairan kumur yang mengandung banyak alkohol. Bukannya nafas tak sedap hilang, malah makin tercium baunya! Menurut pakar, sebenarnya aroma tak sedap yang dihasilkan dari makanan, sebut saja bawang putih, berasal dari paru-paru pada saat Anda mengembuskan napas. Jadi, berkumur dengan mouthwash beraroma segar tidak akan terlalu membantu. Selain itu, saliva di mulut Anda juga cenderung melarutkan obat kumur. Pada beberapa kasus, protein di dalam saliva dapat mengurangi efektivitas bahan-bahan yang ada dalam obat kumur


3. Kumur sebentar, lalu buang
Berkumur dengan mouthwash tidaklah secepat yang Anda lihat di iklan televisi. Menurut ahli, sebagian besar mouthwash baru dapat bekerja dengan efektif apabila berada dalam mulut Anda selama 30 detik untuk sekali kumur. Sayangnya, banyak orang yang mengatakan bahwa aroma mouthwash yang kuat dan sangat menyengat itu membuat mereka tidak dapat menahannya di mulut selama itu.

"Intinya, jika Anda mau mendapat manfaat dari mouthwash, gunakan sesuai aturan pakainya," kata Dr Swan. Bila tidak, hasilnya tidak akan maksimal.