Minggu, 25 September 2011

10 Cara Menjadi Orang yang Menyenangkan

artikel menarik , tips ala remaja » 10 Cara Menjadi Orang yang Menyenangkan

By Admin on 15 Okt 2009

Menjadi orang yang menyenangkan sangatlah penting. Itu merupakan salah satu cara agar kita disukai banyak orang. Disukai banyak orang berarti membuka jalan untuk memperbanyak teman dan relasi. Memang tidak mudah untuk menjadi orang yang menyenangkan, tapi bukan berarti tidak mungkin. Semua orang bisa kok menjadi orang yang menyenangkan.
Nah, berikut ini ada beberapa tips yang patut dicoba kalau anda ingin menjadi orang yang menyenangkan.

1. Percaya diri
kepercayaan diri seseorang sangat berpengaruh terhadap apa yang dia lakukan dan bagaimana orang lain memperlakukan mereka. Kepercayaan diri merupakan sebuah pondasi untuk menjadi orang yang menyenangkan. Tapi awas, jangan terlalu berlebihan (over confidents) justru akan membuat kita menjadi orang yang menyebalkan bukan orang yang menyenangkan.

2. Selalu berfikir positif (positive thinking)
Selalu berfikir positif dengan apa yang terjadi di sekitar kita adalah sesuatu yang menyenangkan. Berfikir positif akan memacu kita untuk melakukan hal-hal yang positif pula. Dan itu juga lah yang akan membuat orang-orang memberikan respon yang positif atas keberadaan kita. Menyenangkan bukan kalau kita bisa diterima secara positif dalam pergaulan

3. Mendengarkan orang lain
Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari mendengarkan orang lain. Itu pernah saya bahas dalam 7 Manfaat Mendengarkan Orang lain (silahkan dibaca). Salah satunya adalah membantu kita memahami cara berfikir orang lain. Dan itu sangat menyenangkan bagi kita pribadi maupun orang yang kita pahami. Tak ada yang lebih menyenangkan dari sebuah interaksi selain saling memahami.

4. Selalu tersenyum
Memperbanyak senyum saat berinteraksi dengan orang lain. Bukankah sangat menyenangkan kalau kita bebicara dengan orang yang selalu memberikan senyum? Daripada orang yang hanya cemberut dan kaku. Nah, begitu juga penialian orang lain terhadap kita.

5. Mengenali kelebihan diri sendiri
Kenali apa saja bakat dan kelebihanmu. Asah kemampuan tersebut sehingga kamu menjadi orang yang menonjol. Yang spesial. Jangan terlalu fokus terhadap kekurangan diri. Fokus dalam memperbaiki kekurangan diri, hanya akan membuat kamu menjadi orang yang rata-rata saja. Bangunlah dirimu atas dasar kelebihanmu, bukan kekuranganmu.

6. Jadilah orang yang jujur
Percayalah, seseorang yang memiliki kejujuran dalam dirinya akan diterima dengan baik di komunitas mana pun. Satu hal yang sangat menyenangkan jika kita bisa diterima dimana saja kita berada

7. Pandai menempatkan diri
Kemampuan untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan, terutama lingkungan yang baru sangat diperlukan untuk menjadi orang yang menyenangkan. Sebab dengan kemampuan beradaptasi dan menempatkan diri inilah kita kan dengan mudah diterima oleh orang-orang di mana pun itu

8. Sederhana dan apa adanya
Hal yang sangat menyenangkan adalah apabila orang-orang bisa menerima diri kita apa adanya. Maka kesederhanaan adalah sebuah sikap yang wajib dimiliki. Apa adanya dan tidak perlu berlebihan.

9. Membuka diri untuk orang lain
Buka diri kamu untuk orang-orang yang ingin mengenal kamu. Dan jangan sekali-kali memilih-milih dan membeda-bedakan seseorang berdasarkan statusnya. Kamu harus menjalin silaturahami dengan semua orang. Dengan catatan, kamu harus membentengi diri agar tidak mudah terbawa arus yang negatif.

10. Bisa menerima perubahan
Jadilah orang yang fleksibel, jangan terlalu kaku. Setiap kehidupan pasti mengalami perubahan termasuk lingkungan. Kamu harus bisa mengikuti, tapi harus punya filter/penyaring mana yang baik mana yang kurang baik. Kalau sudah begini maka perubahan adalah sesuatu yang menyenangkan. Sama seperti dirimu.
Well, selamat menjadi orang yang menyenangkan dan tetap menjadi diri kamu apa adanya.

Kamis, 22 September 2011

Berbekal Rp 2.000, Antar Saputra ke Milan

Saputra. TEMPO/Parliza Hendrawan

TEMPO Interaktif, Palembang - Saputra, siswa SMP Negeri 6 Palembang, Sumatera Selatan, berhasil menjadi salah satu dari 18 pesepakbola cilik yang akan tampil dalam The All Star Milan Junior Camp (MJC) 2011 di Milan, Italia. Atas prestasi itu, maka Putra, panggilan akrabnya, akan menjajal Stadion San Siro, markas Milan, mulai 30 Oktober-15 November 2011.


Di negeri yang disebut sebagai kiblatnya sepak bola dunia itu, Putra akan mendapatkan pelatihan sepak bola dari pelatih dan pemain top dunia asal italia. Putra mengaku bangga bisa terpiih dari belasan ribu kontestan dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan Putra mewakili Sumatera Selatan dalam ajang MJC 2011 bukan hal yang gampang. Anak tukang cuci pakaian ini mengatakan keberhasilannya menyingkirkan sekitar 1.300 kandidat lainnya dari seluruh Sum-Sel berkat kemauan keras dan hobi bermain bola sejak masih duduk di kelas tiga sekolah dasar. Awalnya ikut seleksi hanya coba-coba.

"Saya tidak menyangka bsa menembus ke Milan karena rata-rata teman saya bermain sangat bagus,” kata Putra yang ditemui di rumah kontrakan orang tuanya, Kamis siang, 22 September 2011.

Selanjutnya, bersama enam teman sebayanya, ia pun meninggalkan Palembang untuk mengikuti seleksi nasional yang berlangsung di Gelora Bung Karno Jakarta pada 3-10 September 2011 lalu.

"Saya bisa menginjak rumput Gelora Bung Karno saja sudah sangat bangga, apalagi lolos ke Milan. Alhamdulillah, saya bersyukur," ujarnya.

Keputusan panitia seleksi yang menyebut Putra akan dikirim ke Italia sangat mengagetkan dirinya. Betapa tidak, Putra bermimpi pun tidak sama sekali untuk dapat berlatih bola di stadion legendaris Italia itu. Karena itulah, bocah kelahiran 6 November 1996 ini mengaku sangat bangga. Mengingat dia menjadi satu-satunya perwakilan Sum-Sel dari 1.300 peserta seleksi Indonesia All Star Team Challenge di Stadion Kamboja pada 28-29 Mei lalu.

Putra mengisahkan kesedihan dalam proses perjuangan beratnya menuju Milan ini. “Saya tak punya uang sama sekali untuk bekal ikut seleksi Indonesian All Star Team Challenge di Stadion Kamboja,” ungkapnya.

Pada hari pertama tanggal 28 Mei 2011, Putra mengaku tidak sempat sarapan dan hanya memegang uang Rp 2 ribu. Duit itu pun dikasih sama teman bernama Lutfi. "Alhamdulillah, dari Rp 2 ribu itu saya bisa makan siang dengan empat biji pempek sepeda," katanya. "Lumayan untuk mengganjal perut sebelum menjalani seleksi lanjutan.”

Kesedihan yang lebih mendalam berlanjut di hari kedua, Minggu, 29 Mei 2011. Ketika itu, meskipun sebelum berangkat sempat sarapan sepiring mi, dia tidak memegang uang sama sekali. “Terpaksa tak bisa makan siang. Saya sebenarnya sempat minta sama ibu, tapi tidak diberi. Mungkin ibu lagi tidak ada uang," ujar Putra terisak sembari mengaku bisa memaklumi kondisi ibunya yang hanya tukang cuci dan ayah yang sudah meninggal.

Putra terpilih dan bergabung dengan pemain berbakat dari sembilan kota lainnya, seperti Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Semarang, Malang, Makassar, Balikpapan, dan Bali. Ia mencoba untuk kembali mengingat awal keikusertaannya di ajang MJC 2011. ”Awalnya, setiap kota dipilih enam pemain berbakat. Selanjutnya, total 60 pemain menjalani seleksi nasional di Bali pada 18-21 Juni dan Jakarta 3-17 Juli lalu. Kemudian disaring kembali menjadi 18 pemain orang, termasuk saya,” kata Putra.

Keberhasilan Putra tak lepas dari dorongan orang tua tunggalnya, Juairia. Ia sangat bangga akan prestasi anaknya yang ia sebut sebagai mukjizat dari yang Mahakuasa. Lantaran selama ini Putra bermain bola tidak diikuti dengan kemampuan keuangan orang tuanya untuk membiayai setiap kebutuhan seorang siswa sekolah sepak bola. “Sekolah bola keinginan dia sendiri, biaya pun ia sendiri yang mencarinya," ujar Juairia.

Putra mengamini apa yang disampaikan ibundanya itu. Menurut Putra, untuk membiayai keperluan sehari-hari, seperti sekolah di SMPN 6 dan Sekolah Sepak Bola Pusri, ia terpaksa menjadi penjual koran keliling dari lorong ke lorong. Hingga saat ini, rutinitas itu masih dilakoni Putra sebelum berangkat ke sekolah.

Bola memang sudah begitu akrab dalam kehidupan Putra. Hampir seluruh pemain Sriwijaya FC, klub kebanggaan warga Sum-Sel, kenal dengan Putra. Keakraban itu terjalin lantaran Putra merupakan salah satu anak gawang ketika SFC tengah menggelar latihan. Selain itu, tempat tinggalnya yang hanya berjarak kurang dari 100 meter dari mess pemain SFC, menjadikannya kerap menjadi teman bergurau bagi seluruh pemain SFC.

Ini adalah tahun kedua MJC digelar di Indonesia. Sebelumnya, The All Star MJC Indonesia sukses menjuarai Milan Junior Camp Day Tournament setelah sukses menaklukkan pemain gabungan Italia di bawah bendera ASTI dengan skor 1-0. Saat itu, pemain berbakat asal Bali, I Putu Angga Eka, didaulat sebagai pemain terbaik, sementara Eriyanto sebagai kapten terbaik.

PARLIZA HENDRAWAN

Senin, 19 September 2011

Terlalu Memaksa Belajar Bisa Buat Anak Tertekan

Posted by lihatberita

Setiap orangtua pasti ingin anaknya menjadi bintang kelas. Tetapi, harapan ini tak jarang membuat orangtua selalu menuntut anaknya untuk terus belajar sehingga tanpa disadari anak menjadi tertekan.

Studi terbaru menunjukkan, sangat penting bagi orangtua untuk memiliki sikap yang baik dan positif ketika menyuruh anak-anak mereka menyelesaikan pekerjaan rumah (PR).

Para peneliti mengatakan, anak-anak akan memiliki motivasi untuk mengerjakan PR jika orangtua menunjukkan sikap yang positif, mendukung dan menekankan nilai pembelajaran, daripada hanya berfokus pada penyelesaian tugas atau mendapatkan nilai yang bagus.

Temuan tersebut berdasarkan hasil pengamatan oleh para peneliti di Ben-Gurion University of the Negev, Israel, terhadap 135 anak kelas empat dan para orangtua.

"Orangtua dapat memperbaiki kompetensi dengan membiarkan anak-anak mengerjakan sendiri tugas mereka. Selain juga dengan memberikan sinyal kepada anak bahwa mereka sangat disayangi dan dikagumi, tidak peduli seberapa sukses ia dalam pelajaran Matematika atau Bahasa," kata Dr Idit Katz dan rekan dalam laporan terbaru jurnal Learning and Individual Differences.

Katz menambahkan, orangtua harus memahami lebih dahulu motivasi, sikap, dan kompetensi mereka sebelum mencoba untuk mengubah kebiasaan anak dalam mengerjakan PR.

"Sedikit penelitian formal telah dilakukan mengenai pengaruh lingkungan rumah ketika anak mengerjakan PR. Lingkungan rumah sama pentingnya dalam memberikan motivasi positif bagi anak sekolah," tambahnya.

Tata Surya Teraneh yang Pernah Ditemukan

Posted by lihatberita |

Tim astronom yang salah satu anggotanya adalah Dr Gavin Ramsay dari Observatorium Armagh menemukan bukti adanya tata surya atau sistem keplanetan yang paling aneh. Dalam tata surya tersebut, dua planet raksasa mengitari bintang ganda bernama UZ For yang terdiri dari bintang katai merah dan katai putih.

Hasil observasi tim astronom itu dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of Royal Astronomical Society dengan judul "Possible detection of two giant extrasolar planets orbiting the eclipsing polar UZ Fornacis". Jika kelak terbukti kebenarannya, maka tata surya itu akan menjadi tata surya baru yang paling aneh.

Dalam sistem bintang ganda, dua bintang yang berpasangan akan mengitari satu sama lain. Bintang katai merah dan katai putih pada sistem UZ For juga mengalami hal serupa, dengan waktu revolusi hanya beberapa jam. Karena bintang satu akan melewati muka bintang lain, dan demikian sebaliknya, maka beberapa gerhana akan terjadi.

Sama seperti gerhana Matahari dan Bulan, gerhana yang terjadi pada sistem keplanetan tersebut sebenarnya bisa diperkirakan. Namun, dalam observasi, para astronom menemukan fakta bahwa gerhana kadang terjadi terlalu dini atau terlalu terlambat. Akhirnya, astronom berpendapat, ada dua planet yang mengitari bintang ganda itu, membuat gerhana seolah dini atau terlambat.

Berdasarkan perhitungan, dua planet yang mengitari bintang ganda itu setidaknya memiliki massa masing-masing 6 dan 8 kali Jupiter. Sementara itu, waktu yang diperlukan oleh planet untuk melakukan satu revolusi masing-masing 5 dan 16 tahun. Sistem keplanetan ini terlalu jauh untuk secara langsung dicitrakan.

Sistem bintang ganda menjadikan planet dalam sistem tersebut sangat tidak bisa dihuni. Bintang katai putih secara terus-menerus mencuri material dari permukaan bintang katai merah sehingga material seolah mengalir di angkasa bak sungai. Material itu kemudian terpanaskan hingga jutaan Kelvin, membanjiri sistem keplanetan dengan sinar-X yang mematikan.

Dengan fakta itu, maka tak perlu berharap adanya planet yang memiliki kehidupan di dalam sistem tersebut. Observasi bintang ganda dan dua planet yang kemungkinan mengitarinya itu dilakukan dengan Southern African Large Telescop (SALT) dan data hasil observasi selama 27 tahun dari beberapa observatorium.

Senin, 12 September 2011

Waspada, Satelit NASA Bakal Jatuh


Liputan6.com, Washington: NASA memberikan peringatan bahwa The Upper Atmosphere Research Satellite (UARS), satelit yang sudah mati, akan jatuh ke Bumi dalam enam pekan ke depan. Kendati begitu, NASA belum bisa memprediksi tanggal yang tepat mengenai jatuhnya satelit ini.
UARS adalah satelit yang diluncurkan pada tanggal 15 September 1991 oleh pesawat luar angkasa Discovery dan diperkirakan masuk Bumi pada akhir bulan ini atau awal Oktober mendatang. Satelit ini sudah tidak berfungsi sejak 14 Desember 2005 dan pada pada dasarnya didesain untuk misi selama 3 tahun.
UARS mengandung senyawa kimia yang diperoleh dari lapisan ozon, angin, dan suhu di stratosfer, serta masukan energi dari Matahari. Satelit ini memiliki panjang 11 meter dan diameter mencapai 4,5 meter. Seperti dikutip dari TG Daily, meski satelit ini akan menjadi potongan-potongan terpisah saat masuk ke Bumi, tidak semua bagian terbakar di atmosfer.
Risiko menyangkut keselamatan publik dan beberapa bangunan yang mungkin terkena reruntuhan dari UARS sangat tinggi. NASA mengimbau agar pihak-pihak yang menemukan potongan satelit dari ruang angkasa ini menghindar. Semua pihak pun diminta proaktif melaporkan kepada yang berwajib jika menemukan potongannya.
Data terbaru menunjukkan, UARS mengorbit 155 sampai 280 kilometer dengan kemiringan 57 derajat ke arah khatulistiwa. NASA memperkirakan bangkai satelit ini akan mendarat pada suatu tempat antara 57 derajat khatulistiwa ke arah selatan atau 57 derajat ke arah utara. Bila benda ini tidak terbakar di atmosfer, maka akan menimbulkan kerusakan dan kehancuran yang sangat parah terhadap beberapa bangunan di Bumi.(NatGeo/ADO)