Sabtu, 27 Agustus 2011

Jejaring Sosial Berdampak Negatif Bagi Remaja?



Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa remaja yang aktif menggunakan jejaring sosial seperti facebook dan menonton acara TV "Sugestif" bisa menyebabkan para remaja tersebut aktif menggunakan ganja, alkoholik dan perokok.
Sebagaimana dilansir dari Everydayhealth, survei ini melibatkan lebih dari 1.000 pemuda dari seluruh bangsa berusia 12 sampai 17 dan sekitar setengah dari orang tua mereka. Pada hari-hari biasa, sekitar 70 persen remaja mengatakan mereka menggunakan situs jaringan sosial.
Pengguna jaringan sosial lima kali lebih mungkin untuk menggunakan tembakau (10 persen versus 2 persen yang jarang menggunakan jejaring sosoal), tiga kali lebih mungkin untuk menggunakan alkohol (26 persen versus 9 persen) dan dua kali lebih mungkin mengakui menggunakan ganja (13 persen versus 7 persen ).
"Hasil ini sangat mengganggu, bagaimana tahun pun berjalan, akses internet yang gratis dan program televisi sugestif beresiko menyebabkan remaja melakukan penyalahgunaan zat dengan tinggi," kata para peneliti.
Michael Gilbert, seorang rekan senior di University of Southern California Pusat untuk Masa Depan Digital mengatakan survei tersebut tidak membuktikan bahwa menonton acara Jersey Shore atau menghabiskan waktu di Facebook mengarah ke penyalahgunaan zat. Namun, itu tidak berarti bahwa apa yang dilihat anak-anak di TV atau di Internet tidak mempengaruhi perilaku mereka.
"Sekitar setengah dari remaja yang secara teratur menggunakan situs jaringan sosial mengatakan mereka pernah melihat gambar anak-anak mabuk, pingsan atau menggunakan obat di situs tersebut. Melihat gambar tersebut bisa memperkuat gagasan bahwa "semua orang melakukannya," kata Gilbert.

ghiboo

Jumat, 26 Agustus 2011

Animal Unique Facts(Lucu dan Unik)....

1. Kucing Hutan menang panjat dinding.
ARIZONA- Demi menyelamatkan nyawanya dari terkaman seekor singa gunung, kucing hutan ini mengamankan dirinya.
Dia pun nekat memanjat batang kaktus setinggi 15 meter di Gurun Sonora Arizona, Arizona, Amerika Serikat. Bahkan dia bertahan di ujung kaktus selama enam jam.
Mungkin rasa takut yang menghantuinya mengalahkan rasa sakit dari duri-duri yang menusuk-nusuk badannya.

Curt Fonger (69), seorang fotografer yang beruntung mengabadikan momen ini, mengatakan kucing tersebut tertatih-tatih menaiki batang kaktus tersebut demi keberlangsungan hidupnya.
Kucing itu bertahan berada di ujung batang kaktus selama enam jam guna memastikan, seekor singa lapar yang menguntitnya telah benar-benar jauh dari sekitarnya.

"Singa itu tidak mengejar kucing hutan tersebut sampai ke atas kaktus tetapi berputar-putar di bawahnya sambil beberapa kali menggeram selama beberapa menit, kemudian berbalik dan berlari ke arah dia datang," ujar Fonger, sebagaimana dikutip Dailymail, Jumat (26/8/2011).




2. Sapi gagal Halang Rintang.
ROMA - Ketika sedang melintas di sebuah desa di daerah pegunungan Italia, fotografer, Roberto Mechanic Marano, mendapatkan momen lucu yang didapatnya secara tidak sengaja.
Dia melihat ada seekor sapi yang hendak melompati pembatas jalan sebelum lari ke hutan. Tetapi sayangnya sapi tersebut kurang perhitungan, sehingga dia gagal melompati pembatas jalan dan tersangkut di atasnya.

Naluri fotografer Roberto pun seketika itu seketika muncul. Pria 42 tahun itu segera mengambil kameranya dan mengabadikan kejadian tersebut sebelum si sapi berhasil melarikan diri.
"Aku sedang mengemudi sepanjang jalan pegunungan ketika aku melihat sapi ini. Aku cukup terkejut melihatnya dan segera mengambil kamera untuk mengabil gambarnya sebelum sapi itu berhasil melarikan diri," ujar Roberto seperti dikuti Dailymail, Kamis (25/8/2011).
"Aku seorang fotografer yang tajam dan aku senang untuk mendapatkan gambar-gambar. Namun aku pun sangat senang karena sapi tersebut akhirnya dapat melarikan diri. Terlihat jelas dia begitu kesal dan berjuang untuk dapat bebas dan berlari," imbuhnya.


3. Anak Ayam menang kontes Bayi Sehat dan Mulus

SHANDONG - Malang sekali nasib seekor ayam berusia lima bulan milik Lao Yin. Meskipun dinamakan Mr Feather (Si Bulu), namun pada kenyataannya, dia adalah seekor ayam yang terlahir tanpa memiliki bulu.
Hidup menjadi ayam tanpa bulu bukanlah hal yang mudah bagi ayam ini.
Seringkali nyawanya terancam dari manusia-manusia yang lapar atau bahkan kucing-kucing yang seringkali siap menerkamnya. Tapi untungnya sejauh ini, dia selamat.

Unggas tidak berbulu ini menetas lima bulan lalu di Provinsi Shandong, China. Semenjak dia lahir lima bulan lalu, sejak itulah dia telah menjadi selebriti lokal. Banyak orang berbondong-bondong datang ke peternakan Lao Yin untuk melihat langsung wujud dari unggas malang ini.
Menurut Lao Yin, Mr Feather atau Ha Mao dalam bahasa China, mengalami pertumbuhan yang lamban.
"Beratnya kurang dari setengah kilogram, sementara teman-teman lainnya yang berbulu berbobot dua sampai tiga kilogram," ujar lao sebagaimana dikutip ChinaNews, Rabu (24/8/2011).
"Saya mulai melihat perbedaannya semenjak 10 hari setelah kelahirannya, yang lain mengembang, sedangkan dia seperti telanjang," imbuhnya.




4. Kera kontes Binaraga dan mirip manusia... dan benar2 mirip manusia....





Rabu, 24 Agustus 2011

Kenapa Perselingkuhan Terjadi? Ini Penyebabnya


Menurut psikolog Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, cinta bukanlah pengikat pernikahan. Cinta hanyalah faktor yang bisa menarik seseorang untuk memutuskan berpasangan.
“Cinta paling lama bertahan tiga tahun, lalu hilang. Sisanya adalah komitmen, kesetiaan, dan tanggung jawab,” ujar Prof Sarlito, saat peluncuran buku Mencegah Selingkuh dan Cerai karya sosiolog Dra Hartati Nurwijaya di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Minggu (14/8/2011) lalu.
Salah satu penyebab retaknya rumah tangga menurut Prof Sarlito adalah perselingkuhan. Perselingkuhan itu sendiri biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti: kemajuan teknologi, workaholic, dan sifat posesif.
Kemajuan teknologi
Teknologi bukan hal yang menjadi asal-usul perselingkuhan, namun bisa memicu perselingkuhan. Ketakutan bahwa kemajuan teknologi bisa membuat pasangan selingkuh, bisa membuat seseorang melanggar privasi pasangannya. Misalnya, membuka e-mail, SMS, atau situs jejaring sosial pasangan, bahkan minta password segala. Kebiasaan inilah yang menurut Prof Sarlito kerap memicu pertengkaran.
“Beri kepercayaan pada pasangan untuk punya wilayah privasinya sendiri. Kalau ternyata dia selingkuh, itu bisa diurus belakangan. Intinya jangan cari-cari masalah,” jelas Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia yang mendalami Psikologi Sosial ini.
Bagaimanapun, teknologi akan mempermudah pekerjaan dan kehidupan seseorang. Jadi, pasangan pun berhak menikmatinya.
Workaholic
Bila salah satu atau kedua pihak terlalu asyik dengan pekerjaan masing-masing, perlahan-lahan bisa menghilangkan kesetiaan. Jika workaholic tidak diselingi dengan kencan berdua, misalnya, akan sulit bagi pasangan untuk bertahan. Hubungan pernikahan akan terasa hambar dan terasa sama saja dengan rutinitas hidup yang lain. Rasa hambar ini kelak akan berujung pada keinginan untuk mencari “selingan”. Siapa yang menjadi "selingan" tersebut? Kemungkinan besar adalah rekan kerja, partner bisnis, atau siapapun yang biasa Anda jumpai saat bekerja atau beraktivitas.
Sifat posesif
Orang yang selalu menginginkan pasangan berperilaku sesuai dengan keinginannya cenderung membuat pasangan menjadi bosan. Kehidupan rumah tangga pun menjadi kaku karena pasangan selalu merasa diawasi dan akhirnya merasa terkekang.
Contohnya masalah cemburu. Cemburu yang berlebihan bisa memberi penghakiman yang terlalu cepat kepada pasangan, padahal perselingkuhan belum tentu terjadi. Kemarahan yang tidak memiliki alasan kuat justru akan menambah keretakan hubungan. Karena sifat manusia cenderung selalu memilih yang lebih baik, jangan sampai ulah Anda yang pencemburu atau posesif mendorong pasangan mencari orang lain.
“Jangan bermimpi mengubah seseorang, tapi ubah dulu diri Anda, maka pasangan akan mengikuti,” tukasnya.

Mengapa Jumlah Bintang Terus Berkurang?


INILAH.COM, Jakarta - Jarang melihat bintang belakangan ini? Jumlah bintang di angkasa memang sudah berkurang. Ilmuwan menemukan penyebabnya.
Selama ini para ahli astronomi telah mengetahui bahwa jumlah bintang di angkasa terus berkurang. Bintang tua cahayanya semakin redup, sementara bintang baru tidak terbentuk
 Tim ilmuwan dari Australia menemukan penyebabnya, yaitu karena berkurangnya molekul hidrogen di dalam galaksi.
Dr. Robert Braun dari CSIRO menggunakan radio teleskop Mopra di New South Wales untuk membandingkan galaksi-galaksi. Ia menemukan galaksi baru mengandung lebih banyak molekul gas hidrogen dibanding galaksi lama.
"Hasil temuan ini membantu kita memahami mengapa sekarang bintang tak bersinar lagi," ujar Braun seperti dikutip dari TGdaily.
Bintang terbentuk dari awan berisi debu dan gas yang sangat besar dan bersinar karena ada proses pembakaran hidrogen menjadi helium. Ketika hidrogen habis, tekanan akan menurun, dan bintang pun lama-kelamaan mati.
Lalu kemapa jumlah hidrogen berkurang?
Menurutnya, berkurangnya gas hidrogen dan formasi bintang kemungkinan mulai terjadi sejak ukuran jagat raya semakin cepat berkembang, dan galaksi-galaksi jadi kesulitan menangkap gas. [mor]

Sabtu, 20 Agustus 2011

Sebuah Meteorit Akan Jatuh ke Bumi

Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Jumat, 19 Agustus 2011 | 12:01 WIB

Dibaca: 8239

Share:
 
Southern Ontario Meteor Network Sebuah bola api terdeteksi memasuki atmosfer Bumi pada 8 Agustus 2011.
KOMPAS.com — Kamera di Southern Ontario Meteor Network mendeteksi adanya bola api atau meteor pada Senin (8/8/2011) pukul 01.22 EDT atau sekitar pukul 12.00 WIB pada tanggal yang sama.
"Meteor ini tertangkap di sekitar wilayah Danau Erie dan mengarah ke selatan-tenggara Ohio, AS," kata Kepala Meteoroid Environment Office NASA, Marshall Space Center, Huntsville. Meteor ini berpotensi lolos melewati atmosfer dan menumbuk permukaan Bumi. Jadi, bersiaplah untuk menyambutnya.
Seperti diketahui, meteor yang sampai ke permukaan Bumi disebut meteorit. Saat teramati, meteor tengah bergerak lambat di ketinggian 38 km di atas permukaan Bumi. Ketinggian ini tergolong rendah sebab umumnya bergerak di ketinggian 65-80 km di atas permukaan Bumi. Menurut Cooke, semakin dalam penetrasi meteor dan semakin lambat kecepatannya, maka makin berpotensi meteor sampai ke Bumi menjadi meteorit.
Meteor ini diketahui bergerak dengan kecepatan 40.555 km per jam. Massa meteor hanya 10 kg. Jadi, jika memang nanti menjadi meteorit, ukurannya kecil dan tak akan menimbulkan dampak serius. "Besarnya hanya sebesar kuku ibu jari, mungkin lebih besar sedikit," cetus Cooke. Massa meteoritnya nanti mungkin hanya 100 gram, dan diperkirakan hanya berdiamater 2,5-5 cm.
Cooke mengatakan, jika ada yang menemukan meteorit itu, diharapkan melapor ke NASA. Namun, Cooke mengingatkan bahwa meteorit yang jatuh menjadi hak milik si empunya lahan tempat meteorit itu jatuh, jadi yang mengambil mesti meminta izin. Jangan terlalu berharap akan jatuh di Indonesia sebab, menurut Cooke, meteorit nantinya akan tetap jatuh di wilayah Amerika Serikat, tepatnya di timur Cleveland.